Bak Spider-Man, Bocah Perempuan Ini Mahir Panjat Dinding Tinggi Tanpa Alat Bantu

Suryono Sukarno ยท Kamis, 10 September 2020 - 21:29 WIB
Bak Spider-Man, Bocah Perempuan Ini Mahir Panjat Dinding Tinggi Tanpa Alat Bantu
Nafisa Adelia memanjat dinding rumahnya di Pekalongan, Jateng, Kamis (10/9/2020). (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

PEKALONGAN, iNews.id – Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mampu memanjat dinding tanpa alat bantu bak tokoh superhero Spider-Man. Anak bernama Nafisa Adelia ini mampu memanjat hingga atap rumah, tanpa merasa takut dan lelah.

Aksi Nafisa sempat viral di media sosial dan mendapatkan beragam komentar dari warganet. Banyak yang mendoakan agar bocah ini bisa dibina menjadi atlet berprestasi. Warga Pekalongan pun banyak mendukung Nafisa agar kelak menjadi atlet wall climbing.

Setiap hari, Nafisa Adelia terbiasa memanjat dinding rumahnya setinggi 4 meter tanpa alat bantu apapun. Aksinya ini juga dilakukan tanpa bantuan siapa pun. Dia bisa melakukan aktivitas yang tidak mudah itu dengan belajar secara otodidak di rumahnya.

Nafisa Adelia, bocah delapan tahun yang mampu memanjat dinding rumahnya setinggi 4 meter dengan tangan kosong. (Foto: iNews/Suryono Sukarno)
Nafisa Adelia, bocah delapan tahun yang mampu memanjat dinding rumahnya setinggi 4 meter dengan tangan kosong. (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

Sekilas, Nafisa Adelia bercita-cita menjadi polisi dan penari balet ini sama saja seperti anak pada umumnya. Hanya saja, anak dari pasangan Rumiyati dan Rozikin ini suka memanjat mulai dari meja dan lemari, sejak usia tiga tahun.

Hobinya memanjat ini terus berkembang. Saat usianya enam tahun, dia beralih memanjat dinding rumah yang terbilang tinggi mencapai 4 meter. Hingga usianya saat ini delapan tahun, Nafisa masih senang memanjat dinding rumah dengan tangan kosong. Setelah memanjat dinding, dia melompat dari tiang penyangga rumahnya tanpa rasa takut.

“Suka manjat dinding, enak. Saya enggak pernah jatuh,” kata Nafisa Adelia singkat saat ditemui di rumahnya, Kamis (10/9/2020).

Ibu Nafisa, Rumuyati mengatakan, awalnya dia sebagai orang tua sempat khawatir dan melarang Nafisa memanjat dinding. Namun, Nafisa tetap nekat setiap hari bermain panjat dinding rumah. Larangan dari orang tua tak dihiraukan sang putri.

“Awalya dari kecil memang dia suka naik lemari. Saya teriak-teriak karera takut kakinya luka. Sekarang dia malah panjat dinding rumah. Saya tegur karena namanya orang tua pasti takut kenapa-kenapa. Tapi dia nekat dan memang enggak pernah jatuh,” kata Rumuyati.

Nafisa Adelia memanjat dinding rumahnya dan bersiap melompat di Pekalongan, Jateng. (Foto: iNews/Suryono Sukarno)
Nafisa Adelia memanjat dinding rumahnya dan bersiap melompat di Pekalongan, Jateng. (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

Rumuyati mengakui, Nafisa termasuk anak yang aktif dan suka beraktivitas fisik. Kebiasaan Nafisa memanjat dinding rumah membuat Rumuyati mulai melihat bakat putrinya. Namun, dia dan suami yang bekerja serabutan belum mampu mengarahkan Nafisa kepada aktivitas yang lebih terarah untuk mengembangkan bakatnya.

Sementara Kepala Desa Tengeng Wetan Rokhmat ternyata sudah mengikuti perkembangan Nafisa yang dianggap unik dan berbakat. Pihak desa berniat membina Nafisa agar minat dan bakatnya bisa disalurkan pada olahraga wall climbing. Nafisa bahkan dipandang sebagai bibit calon atlet wall climbing atau panjat dinding potensial dari Pekalongan.

“Semoga dia bisa menjadi atlet panjat tebing, dia sudah punya keahlian, tinggal bagaimana supaya dia mendapat pembinaan sejak dini supaya bakat dan kemampuanya terasah,” kata Kepala Desa Tengeng Wetan Rokhmat.


Editor : Maria Christina