Balon Udara Dilarang di Pekalongan, Warga Bisa Dihukum 2 Tahun dan Denda Rp500 Juta

Suryono Sukarno · Rabu, 27 Mei 2020 - 18:00 WIB
Balon Udara Dilarang di Pekalongan, Warga Bisa Dihukum 2 Tahun dan Denda Rp500 Juta
Petugas mengamankan balon udara saat perayaan Syawalan Idul Fitri 2019 lalu. (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

PEKALONGAN, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melarang tradisi penerbangan balon udara yang biasa dilakukan warganya tiap Syawalan atau perayaan sepekan setelah Lebaran Idul Fitri 1441 H/2020 mendatang. Selain mengganggu penerbangan, tradisi balon udara juga bisa menjadi sarana penyebaran virus corona (Covid-19).

Ancaman hukumannya pun tak main-main. Jika masyarakat yang masih bandel menerbangkan balon udara liar yang membahayakan orang lain dapat sanksi pidana penjara paling lama dua tahun dan denda maksimal Rp500 juta.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid mengatakan, larangan penerbangan balon ini sudah tertuang dengan terbitnya Surat Edaran Wali Kota Pekalongan Nomor 443.1/024 tentang Larangan Penerbangan Balon Udara di Masa Pandemi Covid-19.

“Diterbitkannya Surat Edaran tersebut dilakukan guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pekalongan serta menciptakan ketertiban berkaitan dengan penerbangan balon udara tradisional,” katanya, Rabu (27/5/2020).

Adapun isi dari surat edaran tersebut, kata Aaf, di antaranya masyarakat Kota Pekalongan dilarang mengadakan kegiatan pembuatan balon udara tradisional, penerbangan balon udara tradisional, festival balon udara tradisional, atau kegiatan sejenis lainnya. 

“Kami sangat membutuhkan kesadaran masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya untuk pengertiannya akan hal ini di tengah pandemi Covid-19, walaupun volume pesawat pada saat ini jauh semakin berkurang tetapi hal tersebut tidak semata-mata membolehkan penerbangan balon secara liar, karena bisa membahayakan terlebih kemarin sudah ada balon yang jatuh di bandara Ahmad Yani Semarang,” paparnya.

Aaf juga meminta peran aktif masyarakat apabila ada informasi maupun titik-titik yang masih membuat balon dan siap diterbangkan bisa melaporkan ke pihak terkait seperti Satpol PP maupun pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Selain melarang tradisi balon udara, kata dia, Pemkot Pekalonngan tahun ini juga meniadakan Festival Balon Udara Tambat yang biasa diadakan tiap tahun mengingat situasi sekarang masih adanya pandemi Covid-19. “Kita ingin menghindari kerumunan warga saat kondisi seperti sekarang,” ucap Aaf.

General manager Airnav Indonesia Cabang Semarang, Mi'wan Muhammad Bunay, mengimbau agar warga tidak menerbangkan balon udara karena bisa membahayakan penerbangan.

Mi'wan juga membernarkan adanya informasi, balon udara yang jatuh di Bandara Ahmad Yani Semarang, pada Minggu 24 Mei 2020.

“Balon udara bisa berbahaya bagi penerbangan. Selain itu, balon udara yang biasanya diterbangkan dalam tradisi Idul Fitri maupun Syawalan, di tahun ini ditiadakan, karena adanya pandemi Covid-19,” kata Mi’wan.


Editor : Kastolani Marzuki