Bangkit dari Pandemi Covid-19, Ganjar: Sekarang Bicaranya Tak Tinggi-Tinggi Dulu

Ahmad Antoni ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 12:10 WIB
Bangkit dari Pandemi Covid-19, Ganjar: Sekarang Bicaranya Tak Tinggi-Tinggi Dulu
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan untuk bangkit dari pandemi Covid-19 itu cukup sederhana. Ganjar memaknai bahwa bangkit itu masyarakat bisa kembali kerja, mencari makan lagi.

“Bangkit itu ya kerja lagi, cari makan lagi terus kemudian beres lagi. Itu saja sebenarnya. Bangkit itu kemudian kalau pekerjaan hari ini kita kerjakan tidak laku maka kita kerja yang lain,” kata Ganjar saat berbicara dalam Fokus Sindonews Spesial 8 Jam Live bertemakan Bangkit Dari Pandemi yang disiarkan langsung di Channel Youtube Sindonews, Selasa (28/7/2020).

“Kemudian kita berharap adaptasi dengan cara-cara kita, karena kita tak pernah tahu Covid-19 ini sampai kapan. Kalau Anda ngeyel, ndablek gak mau pake masker terus kemudian ga mau jaga jarak ya resiko. Karena itu kita mesti edukasi,” ucapnya.

Ganjar mencontohkan, bangkit yakni ketika kemarin kerja dapat 1.000, sekarang bisa bangkit dengan mendapat 500 atau 400. Menurutnya, saat ini Pemprov Jateng terus berupaya bangkit dari pandemi dengan lebih menguatkan mental, kemudian mendorong inovasi kreasi agar bisa tumbuh.

“Targetnya begitu. Tapi dilakukan bertahap dulu. Orang Jawa Tengah bilang yang penting tetep iso madyang (tetap bisa makan), bisa beli kuota anaknya, bisa sekolah, bisa belajar daring sudah Alhamdulillah. Yang gak bisa baru kita urus,” ucapnya.

Oleh karena itu, untuk saat ini dia lebih memperhatikan pada kebutuhan dasar masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Dia tidak ingin memberikan target terlalu tinggi untuk kebangkitan ekonomi warga Jateng.

“Sekarang itu bicaranya tidak tinggi-tinggi dulu, bicaranya pada kebutuhan dasar. Mereka yang berada pada posisi bisa berinovasi, bisa kreasi, bisa memanfaatkan peluang dia pasti akan bicara bagaimana meningkatkan penghasilan,” ujarnya.


Editor : Nani Suherni