Baru Sebulan Rampung Direvitalisasi, Cagar Budaya di Gunungkidul Rusak

Kismaya Wibowo ยท Senin, 10 Februari 2020 - 11:25:00 WIB
Baru Sebulan Rampung Direvitalisasi, Cagar Budaya di Gunungkidul Rusak
Bangunan cagar budaya di Bangsal Sewoko Projo Gunungkidul, Yogyakarta (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta menemukan adanya proyek revitalisasi cagar budaya senilai hampir Rp1 miliar dikerjakan asal-asalan. Proyek yang dilakukan Dinas Kebudayaan Pemkab Gunungkidul itu kondisinya sudah rusak.

Proyek ravitalisasi bangunan cagar budaya di Bangsal Sewoko Projo Gunungkidul itu selesai di tahun awal 2020. Usianya baru satu bulan, namun tim monitor dari Sekretaris Daerah Gunungkidul menemukan kerusakan di bagian cat hingga bangunan tidak rapi.

Bagian atap bangunan juga terlihat bukan menggunakan genteng baru. Padahal proyek revitalisasi ini menyentuh angka Rp925 juta atau hampir Rp1 miliar.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Gunungkidul Hermawan Yustianto mengatakan, dari hasil pengamatan tidak semua material dalam revitalisasi ini mengunakan barang baru. Di beberapa bagian hanya ditambal sulam menggunakan kayu bekas. Dia menilai, proyek ini kondisinya rusak akibat pengerjaan yang asal-asalan.

"Ada beberapa yang tidak seharusnya dibangun seperti itu, seperti antar kayu itu renggang cukup banyak. Kalau satu atau 2 mm sih enggak apa-apa. Tapi itu lebih," katanya, Senin (10/2/2020).

Bangunan cagar budaya di Bangsal Sewoko Projo Gunungkidul, Yogyakarta (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)
Bangunan cagar budaya di Bangsal Sewoko Projo Gunungkidul, Yogyakarta (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

Hermawan memastikan hasil temuannya itu akan diteruskan kepada dinas kebudayaan untuk diperbaiki. Dia mengharapkan pembangunan dari kontaktor sesuai dengan pengajuan pada lelang pertama.

"Kami akan membuat laporan hasil pengecekan kemarin, akan ditindaklanjuti oleh dinas kebudayaan karena ini masih masa pemeliharaan selama enam bulan," ujarnya.

Sementara itu, hingga kini belum ada komentar dari dinas kebudayaan atau pun kontraktor revitalisasi cagar budaya tersebut.

Editor : Nani Suherni