Bawa Uang Belasan Juta, Wanita Pengutil Hijab di Semarang Dihajar Warga

Lurisa Lulu ยท Rabu, 06 Mei 2020 - 19:15 WIB
Bawa Uang Belasan Juta, Wanita Pengutil Hijab di Semarang Dihajar Warga
Tangkapan layar CCTV saat pengutil beraksi di toko busana muslim di Pasar Tradisional Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang (Foto: Istimewa)

UNGARAN, iNews.id - Seorang perempuan babak belur dihajar warga saat ketahuan mengutil hijab dan kacang mete di sebuah pasar tradisional di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (6/5/2020). Selain barang bukti hasil curian, dari dalam tas pelaku juga ditemukan dua gepok uang berjumlah belasan juta rupiah.

Dari video yang diterima iNews, wanita terduga pencuri ini tak berkutik saat diinterogasi warga di sebuah pos keamanan pasar tradisional Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang. Warga yang masih terbakar emosi tak henti memukul terduga pelaku tersebut.

Wanita terduga pengutil dengan barang bukti uang besaran juta rupiah di atas meja (Foto: Istimewa)
Wanita terduga pengutil dengan barang bukti uang belasan juta rupiah di atas meja (Foto: Istimewa)

Sang pemilik toko mengaku kehilangan satu kantung berisi 40 jilbab pada hari Minggu (3/5/2020). Dari hasil rekaman CCTV diketahui pelakunya seorang wanita.

Meski sempat lolos, Rabu (6/5/2020) pelaku kembali beraksi mengutil empat kantung kacang mete dan akhirnya berhasil ditangkap warga. Selain barang bukti hasil curian, dari dalam tas pelaku didapti dua gepok uang pecahan Rp100.000 dan Rp20.000 diperkirakan berjumlah belasan juta rupiah.

"Dia bilangnya minta kaos dalam, ternyata pas dicarikan pelaku enggak jadi. Dia malah ambil dagangan saya satu kresek isi hijab," kata pemilik toko busana muslim Anna, Rabu (6/5/2020).

Anna juga baru mengetahui kehilangan barang dagangannya setelah penjaga toko melapor. Setelah dicek lewat CCTV, pelaku mengenakan kerudung dan jaket terlihat mengambil bungkusan hitam tersebut.

"Saya cek ternyata benar ibu itu yang ngambil dari CCTV juga kelihatan banget," ucapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan mengungkap jaringan pengutil pelaku selanjutnya diserahkan ke Polres Semarang.


Editor : Nani Suherni