Berdalih Bisa Beri Pengasihan, Dukun di Kendal Cabuli Pelajar SMK saat Ritual Mandi Kembang

Eddie Prayitno ยท Kamis, 08 April 2021 - 09:39:00 WIB
Berdalih Bisa Beri Pengasihan, Dukun di Kendal Cabuli Pelajar SMK saat Ritual Mandi Kembang
Feri Magiyum alias Mbah Wongso, seorang dukun cabul diamankan Polres Kendal. (iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Feri Magiyum (40) alias Mbah Wongso, seorang dukun cabul diamankan Polres Kendal. Warga Cepiring itu telah mencabuli korbannya yang seorang pelajar kelas X sebuah SMK di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Modus Mbah Wongso dalam melancarkan aksi bejatnya yakni dengan cara menjanjikan korbannya tidak akan ditinggal kekasihnya, asalkan menuruti apa yang dikehendaki.

Tersangka  mengaku mencabuli korban yang masih berusia 16 tahun itu dengan meraba-raba tubuh korban saat melakukan proses ritual mandi kembang dan mengolesi minyak.

Korban merupakan teman dari anak pelaku yang ingin hubungan dengan pacarnya kembali. Pelaku berdalih bisa  membantu dengan cara memberi jimat atau pengasihan. Ritual pun digelar dengan meminta korban telanjang dan dipijat pelaku hingga disetubuhi.

Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo mengatakan, penangkapan terhadap tersangka setelah  korban  bersama orang tuanya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke unit PPA Polres Kendal.

"Tersangka mengaku orang pintar  yang bisa menyembuhkan penyakit atau merekatkan hubungan asmara,” kata Kapolres, Rabu (8/4/2021).

“Perbuatan tersangka Feri alias Mbah Wongso ini sudah dilakukan sebanyak 10 kali mencabuli korbannya dalam kurun waktu dua bulan bersamaan dengan acara ritual,” katanya.

Kapolres mengatakan bahwa korban masih di bawah umur. Pertama kali kejadian pada 30 Juli 2020 di dalam kamar rumah. 

“Jadi modus operandinya adalah korban merasa pacarnya mulai menjauh, akhirnya curhat ke temannya. Temannya ini adalah anak dari dukun cabul tersebut,” ujarnya.

Sementara pelaku mengaku tergoda dengan kemolekan korban yang minta dibantu merekatkan hubungannya dengan pacarnya.

“Saya  mengasih iming-iming berupa keris, minyak, batu akik, juga ada kalung. Untuk media biar korban sama pasangan biar lebih dekat,” kata tersangka. “Alasan saya mencabuli mungkin ada ketertarikan . Tidak ada paksaan, mungkin korban kepingin pasangannya lebih dekat lagi,” ujarnya.  

Selain mengamankan tersangka,  petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua buah keris kecil, minyak samber iler, kalung giok dan batu akik.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 ayat 1 dan pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
 

Editor : Ahmad Antoni