BMKG Cek Alat Sensor Bencana di Bandara Internasional Yogyakarta

Kuntadi ยท Senin, 10 Februari 2020 - 16:30 WIB
BMKG Cek Alat Sensor Bencana di Bandara Internasional Yogyakarta
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati melakukan peninjauan ke Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (10/2/2020). (Foto: iNews/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati melakukan peninjauan ke Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kabupaten Kulonprogo, Senin (10/2/2020). Kunjungan ini untuk memastikan peralatan sensor bencana terpasang dengan baik sebelum bandara beroperasi total.

Menurut Dwikorita, dari desain awal pembangunan YIA, BMKG sudah terlibat dalam pengukuran untuk memperhitungkan potensi gempa bumi dan tsunami. Setelah itu, BMKG memasang sistem monitoring dan peringatan dini tsunami ke tempat yang tepat. Tujuannya untuk keamanan semua penggunjung bandara.

"Program hari ini bagian dari proses penuntasan pemasangan sistem monitoring dan peringatan dini tsunami," kata Dwikorita, Senin (10/2/2020).

Dia memastikan, semua peralatan terpasang pada titik yang tepat. Baik titik koordinat, ketinggian, lantai dan dinding mana saja alat tertempel.

Untuk alat monitoring yang dipasang nantinya bisa dilihat siapa saja secara langsung. Masyarakat bisa melihat informasi bencana mulai dari kekuatan gempa, ada potensi tsunami atau tidak.

"Ketika ada potensi bisa langsung dilakukan upaya antisipasi," ujarnya.

Dwikorita menegaskan, alat ini sudah terpasang selama proses pengerjaan bandara demi kesehatan petugas. Kali ini BKMG memastikan untuk pemasangan secara permanen.

Sistem ini dibangun dengan konsep remote control. Ketika ada data yang rusak di lokasi YIA, maka akan direkap di kantor pusat yakni di Kemayoran, Jakarta Pusat, khususnya untuk data gempa.

"Insyallah mestinya bangunan ini aman, tetapi kami harus mempunyai back up yang ada di Kemayoran," katanya.

BKMG juga memasang alat deteksi abu vulkanik untuk antisipasi erupsi Merapi. Ini untuk informasi sebaran angin yang bisa membahayakan mesin pesawat.

"Kami akan pasang radar untuk untuk mendeteksi cuaca khusus di lingkup bandara lebih fokus, yang akurasi dan presisi," ucap Dwikorita.


Editor : Nani Suherni