Bocah yang Tewas di Kebun Durian Banjarnegara Dibunuh karena Menolak Disodomi

Elis Novit ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 14:57 WIB
Bocah yang Tewas di Kebun Durian Banjarnegara Dibunuh karena Menolak Disodomi
Kapolres Banjarnegara AKBP Iga Dwi Perbawa Nugraha (Foto: iNews/Elis Novit)

BANJARNEGARA, iNews.id - Polres Banjarnegara telah membongkar motif pembunuhan bocah yang ditemukan di kebun durian. Tersangka membunuh korban karena memberontak saat akan disodomi.

Kiroh alias Bolot, tersangka pembunuhan keji terhadap bocah berinisial M (13) saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres banjarnegara. Tersangka terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas karena berusaha melarikan diri saat reka ulang.

Pria lajang berusia 37 tahun ini tidak lain merupakan tetangga korban. Dari pemeriksaan dan bukti autopsi, polisi menyimpulkan tersangka membunuh dan melakukan kekerasan seksual terhadap korban.

Kapolres Banjarnegara AKBP Iga Dwi Perbawa Nugraha mengatakan tersangka memiliki kelain seksual. Dari interogasi yang dilakukan, tersangka mengaku menyodomi korban setelah dibunuh terlebih dahulu.

"Pelaku menghilangkan nyawa korban untuk memuaskan hasrat penyimpangan seksnya," katanya, Rabu (19/2/2020).

Iga juga memastikan akan menambah saksi ahli lagi untuk memperkuat kondisi tersangka secara kejiwaan sehat.

"Kami akan tambah saksi ahli untuk memastika, kalau tersangka sehat secara kejiwaan," ujarnya.

Sementara itu, tersangka Kiroh mengaku dirinya tidak ada niat untuk membunuh korban. Tetapi, karena penasaran melakukan hubungan seks sesama jenis dia pun tega menganiaya korban hingga tewas.

Kiroh juga mengakui, rasa penasaran itu muncul karena dia sebelumnya pernah disodomi orang saat berada di Jakarta.

Kiroh alias Bolot, tersangka pembunuhan terhadap bocah berinisial M (13) (Foto: iNews/Elis Novit)
Kiroh alias Bolot, tersangka pembunuhan terhadap bocah berinisial M (13) (Foto: iNews/Elis Novit)

"Saya penasaran, karena waktu di Jakarta saya digituin (sodomi) sama temen-temen" ucap Kiroh.

Dia pun tidak mengelak telah merencanakan aksinya jauh-jauh hari. Namun baru bisa terlaksana saat korban tidak ada kegiatan.

"Sudah (direncanakan) tapi saya kan masih sabar. Waktu itu saya sudah enggak sabar," katanya sambil menangis.

Kasus pembunuhan ini terungkap dari penemuan jasad M di tengah kebun durian. Jasad ditemukan dengan ditimbun rerumputan dan sampah kering. Leher bocah di temukan sejumlah luka sayatan benda tajam.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga karena meninggalkan rumah selama empat hari. Bocah yang dikenal pendiam ini memiliki kebiasaan mencari durian hingga sore hari.


Editor : Nani Suherni