Brutal, Pemuda di Pekalongan Ngamuk di Kampung Tetangga dan Tusuk 3 Warga

Suryono Sukarno ยท Rabu, 16 September 2020 - 00:58 WIB
Brutal, Pemuda di Pekalongan Ngamuk di Kampung Tetangga dan Tusuk 3 Warga
Pelaku penusukan yang diamankan saat berada di Mapolres Pekalongan Kota. (foto: iNews/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Seorang pemuda warga Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah mengamuk di kampung tetangga. Dia menyerang warga dengan senjata tajam berupa pisau dan melukai tiga orang. Bahkan satu di antaranya kritis akibat luka tusuk di bagian perut.

Kanit II Satreskrim Polres Pekalongan Kota Ipda Basuki mengatakan, peristiwa ini terjadi di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Selasa (15/9/2020) siang. Kronologi bermula saat pelaku Isrofin mencari warga Noyontaansari bernama Agus. 

Sejak tiga hari terakhir, pelaku mendatangi rumah Agus untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Saat itu, Agus yang mendengar kedatangan pelaku mencarinya keluar rumah untuk menemuinya. Selanjutnya Agus membawa pelaku ke rumah RT setempat untuk menyelesaikan persoalan.

Namun ketika itu, pelaku memberontak dan Agus pun memukulnya. Sejurus kemudian, pelaku mencabut pisau yang sudah dibawanya dan secara brutal menusuk korban hingga ususnya terburai. Melihat hal itu, ketua RT setempat Dadang Setiarsa (59) coba melerai, tapi justru terkena sabetan pisau di bagian urat lengannya. Korban ketiga yakni Wahyu Hadiwinoto (30) warga yang hendak mengamankan pelaku dan juga terluka di tangan.

"Korban luka ada tiga orang dan kini masih dirawat. Untuk pelakunya sudah kami amankan," ujar Basuki, Selasa (15/9/2020).  

Keterangan pelaku, dia mengaku tak berniat untuk melakukan penusukan tersebut.

"Aku kalau gak dihajar gak akan keluarkan pisau. Aku memang sudah bawa pisau itu untuk jaga-jaga," kata Isrofin.

Kasus tersebut kini sudah dalam penanganan Polres Pekalongan Kota. Pelaku dan barang bukti berupa pisau telah diamankan. Sementara ketiga korban masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Siti Khotijah.


Editor : Donald Karouw