Contoh Ceramah Maulid Nabi yang Menyentuh Hati, Bisa Jadi Sarana Introspeksi Diri

Rilo Pambudi · Rabu, 28 September 2022 - 20:45:00 WIB
Contoh Ceramah Maulid Nabi yang Menyentuh Hati, Bisa Jadi Sarana Introspeksi Diri
Ceramah maulid nabi yang menyentuh hati (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ceramah Maulid Nabi yang menyentuh hati dapat dijadikan referensi yang inspiratif. Seperti diketahui, umat Muslim tidak lama lagi akan menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang memuat penetapan hari libur nasional, 12 Rabiul Awal tahun ini jatuh pada tanggal 8 Oktober 2022.

Maulid Nabi adalah hari peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Nabi terakhir yang diutus Allah SWT itu lahir 12 Rabiul Awal tahun gajah (570 M) di Kota Mekah.

Memperingati hari lahir Nabi Muhammad dapat juga diwujudkan dalam bentuk upaya meneladani setiap keping perjalanan manusia paling agung tersebut. 

Pada hari peringatan Maulid Nabi, ceramah yang menyentuh hati adalah siraman rohani yang dinantikan untuk meneladani Nabi Muhammad SAW.

Simak contoh ceramah Maulid Nabi yang menyentuh hati dilansir iNews.id, Rabu (28/9/2022).

Maulid Nabi Jadi Sarana Introspeksi Diri

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Alhamdulillahi-lladzii hadaana lihadzaa, wama kunna linahtadiya laula an hadanallah, laqod jaa-at rusulu robbinaa bil haqqi wanuuduu an-tilkumul jannah, uuritstumuuhaa bimaa kuntum ta’maluun.

Para hadirin dan hadirat yang saya hormati. Kita patut bersyukur masih diberikan umur sehingga bisa memperingati Maulid Nabi SAW 12 Rabiul Awal 1444 Hijriah.

Allah menyatakan dalam surat Al-Ahzab, 33:21:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. Dalam satu riwayat hadits bersumber dari ‘Aisyah r.a. ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah, Aisyah menjawab, “Akhlaknya Al-Qur’an”. (Musnad Ahmad, Juz VI, h. 216). Ulama kemudian menafsirkan akhlak Rasulullah dengan ayat 1-10 surat Al-Mukminun.

Rutinitas ritual perayaan maulid Nabi saw hendaknya dijadikan momentum introspeksi dalam meneladani Rasulullah Muhammad saw sebagaimana tercermin dalam Al-Qur’an ayat 1-10 surat Al-Mukminun. 

Sehingga resultan dari seremonial perayaan maulid Nabi saw diharapkan; pertama, membentuk masyarakat egaliter, bermoral, khusyu’, tawadhu’ (low profile) dan tidak ada anarki (Q.S.23:2). Bukankah sholat yang dilakukan dengan khusuk’ akan mencegah perbuatan keji dan mungkar? (Al-‘Ankabut, 29:45). 

Kedua, tercipta lingkungan yang kondusif; damai, tentram, santun, dan tidak ada friksi. Seremoni peringatan maulid Nabi harus dijauhkan dari caci-maki, provokasi, dan aktivitas lain yang tidak bermanfaat (Q.S.23:3).

Ketiga, dapat membangkitkan gairah (spirit) umat Islam dalam berinfaq, sedekah, zakat, dan aktivitas lain yang bernuansa moral dan berimplikasi bagi kehidupan sosial (Q.S.23:4). 

Bahkan sedapat mungkin, perayaan maulid Nabi kali ini dijadikan solusi dari situasi krisis ekonomi yang sekarang melanda bangsa kita Indonesia. Jangan sekedar diisi pidato, ceramah, atau konser musik, lalu bubar.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: