Curhat Anak Putus Sekolah ke Ganjar: Orang Tua Hanya Bekerja sebagai ART

Taufik Budi ยท Selasa, 13 Oktober 2020 - 12:09:00 WIB
Curhat Anak Putus Sekolah ke Ganjar: Orang Tua Hanya Bekerja sebagai ART
Peresmian sekolah virtual itu dilakukan secara daring oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang kerjanya. Hadir dalam acara itu, sejumlah siswa yang mengikuti sekolah virtual (Foto: Dok Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Sejumlah anak putus sekolah curhat ke Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Mereka mengaku tak bisa melanjutkan sekolah karena penghasilan orang tua sebagai asisten rumah tangga (ART) tak cukup untuk biaya pendidikan.

Setidaknya terdapat 45.000 anak yang tersebar di berbagai daerah di Jateng yang tidak sekolah. Salah satu siswa di sekolah virtual di SMAN 1 Kemusu Boyolali, kata Aprilia Lestari (15) mengatakan, ada harapan baru baginya yang merupakan keluarga miskin. Dia mengaku bersyukur karena bisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

"Kemarin tidak mendaftar SMA/SMK karena tidak punya biaya, bapak hanya petani yang penghasilannya tidak bisa diharapkan," kata Aprilia Lestari (15), salah satu siswa kelas virtual di SMAN 1 Kemusu Boyolali.

Hal senada disampaikan Yevi Nurfahmi (16), siswa sekolah virtual lain asal Brebes. Orang tua yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, membuat harapannya memperoleh pendidikan lebih tinggi pupus.

"Enggak daftar SMA karena faktor ekonomi, orang tua hanya bekerja sebagai ART. Senang sekali ada sekolah virtual ini, jadi saya bisa kembali sekolah. Saya ingin menjadi seorang penyanyi," ucap Yevi.

Peresmian sekolah virtual itu dilakukan secara daring oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang kerjanya. Hadir dalam acara itu, sejumlah siswa yang mengikuti sekolah virtual beserta orang tua masing-masing.

Editor : Nani Suherni