Dari Akun @pijatsemarang5, Prostitusi Online Sesama Jenis Terkuak

Kuntadi, Antara ยท Kamis, 12 Maret 2020 - 17:38 WIB
Dari Akun @pijatsemarang5, Prostitusi Online Sesama Jenis Terkuak
Ilustrasi twitter

SEMARANG, iNews.id - Polda Jawa Tengah membongkar bisnis prostitusi sesama jenis atau gay secara daring di Kota Semarang. Kasus ini terbongkar karena unggahan akun twitter @pijatsemarang5.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng meringkus dua orang dalam pengungkapan kasus prostitusi online sesama jenis tersebut. Lewat akun twitter @pijatsemarang5 yang menawarkan jasa pijat, polisi pun menangkap seorang berinisial FA (28) di sebuah hotel di Semarang saat menunggu pelanggan.

Dari pengamatan tim iNews, tampilan gambar akun @pijatsemarang5 memperlihatkan foto seorang pria bertelanjang dada. Tertulis tawaran pijat capek, pijat sensual, pijat 3some hingga pijat lulur. Unggahan terakhir akun tersebut pada tanggal 4 Oktober 2018.

"Tukang pijet gay massage plus," tulis akun tersebut.

Akun tersebut terlihat mengikuti 66 orang dengan jumlah pengikut sebanyak 2.652 akun.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar F Sutisna mengatakan mengamankakn dua orang yang berstatus muncikari dan anak asuhnya.

"Dua orang yang diamankan masing-masing berperan sebagai mucikari dan anak asuhnya," kata Iskandar, Kamis (12/3/2020).

Seorang berinisial FA (28) warga Pondok Raden Patah, Kota Semarang diamakan sebuah hotel saat menunggu pelanggan. Dari penangkapan tersebut, petugas kemudian mengembangkan penyelidikan yang memunculkan nama seseorang berinisial AW (32) Kalibanteng Kulon, Semarang Barat.

AW yang berperan sebagai muncikari tersebut ditangkap di tempat indekosnya di Yogyakarta. Dalam modusnya, pelaku menawarkan jasa pijat plus vitalitas kepada pelanggan pria melalui media sosial. Besaran jasa yang harus dibayarkan untuk menggunakan jasa pijat tersebut sebesar Rp400.000.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Editor : Nani Suherni