Dari Kos hingga Tempat Kerja, Begini Awal Mula Klaster Perusahaan di Semarang

Ahmad Antoni ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 16:01 WIB
Dari Kos hingga Tempat Kerja, Begini Awal Mula Klaster Perusahaan di Semarang
Ilustrasi pegawai (Foto: iNews/Tata Rahmanta)

SEMARANG, iNews.id - Awal mula penyebaran Covid-19 di tiga perusahaan Semarang berasal dari karyawan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Selama menunggu hasil tes, karyawan tersebut diketahui tetap berkerja sehingga menulari rekannya.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam mengungkapkan, ada 300 orang terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari 3 perusahaan. Pemkot Semarang masih terus menelusuri ke rumah hingga indekos maupun lingkungan sekitar karyawan.

Menurut dia, awal kemunculan klaster perusahaan itu dari adanya karyawan di tiga perusahaan tersebut merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) di di rumah sakit. Namun, karyawan PDP itu masih bekerja seperti biasa.

“Namun ternyata mereka masih bekerja di pabrik. Sehingga petugas melakukan penelusuran hingga akhirnya menemukan klaster baru di perusahaan tersebut,” ucap Abdul Hakam, Rabu (8/7/2020).

Dia menuturkan, awal penularan dari rumah atau kos-kosan. Saat bekerja di pabrik, mereka menularkan yang lain.

“Memang ada yang sebagian PDP, tapi hampir 99 persen orang tanpa gejala (OTG)," ucapnya.

Saat ini, mereka yang OTG telah isolasi mandiri dengan difasilitasi perusahaan masing-masing. Namun, sebagian ada yang melakukan isolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang di Manyaran. Tercatat, mereka yang terpapar Covid-19 dari klaster perusahaan tersebut tidak semua merupakan warga Kota Semarang.


Editor : Nani Suherni