Dari Lapas Nusakambangan, Habib Bahar bin Smith Cerita Rambutnya Dipotong

Nani Suherni · Senin, 25 Mei 2020 - 13:00:00 WIB
Dari Lapas Nusakambangan, Habib Bahar bin Smith Cerita Rambutnya Dipotong
Tangkapan layar Habib Bahar bin Smith mengabarkan kondisinya di Lapas Nusakambanga, Cilacap

CILACAP, iNews.id - Video Habib Bahar bin Smith yang saat ini berada di Lapas Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Habib Bahar menceritakan soal rambutnya yang dipotong.

Dari video yang dilihat iNews, Habib Bahar yang mengenakan kaos warna merah itu tampak menutup kepala. Dia berniat menyampaikan kondisinya yang sehat kepada semua orang khususnya ibu, istri dan anak-anaknya.

"Saya ingin sampaikan kepada umi, istri dan anak-anak saya. Pada murid-murid saya dan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Mulai dari pertama kali dari pertama kali di pondok pesantren diambil oleh pihak lapas kemudian dibawa ke Lapas Gunung Sindur dan dari Gunung Sindur dibawa ke sini, di Lapas Batu Nusakambangan. Mulai dari saat itu sampai sekarang saya dalam keadaan sehat walafiat, alhamdulillah," Katanya dalam video tersebut.

Dia juga memastikan selama di lapas selalu diperlakukan dengan baik. Semua pelayanan yang diterima nya sesuai standar operasional prdosedur (SOP) prokotol kesehatan.

"Dan mulai dari saat itu sampai sekarang saya diperlakukan dengan baik, saya diperlakukan dengan bagus, saya diperlakukan sesuai dengan prosedur, sesuai dengan SOP," ucapnya.

Dia pun memastikan info yang menyebutkan dirinya dipukuli tidak benar. Habib Bahar pun memastikan, pelayanan petugas terhadap dirinya begitu baik, hingga menyiapkan obatnya.

"Bahwasannya saya dipukuli, saya bonyok-bonyok diginiin digituin, itu tidak enggak ada itu," katanya.

Dia pun mengklarifikasi soal rambutnya yang dipotong karena sesuai peraturan di lapas. Tidak ada paksaan atas pemotongan rambut tersebut.

"Saya sebagai warga binaan yang taat dan patuh kepada aturan, maka saya bersedia rambut saya dipotong. Tanpa ada paksaan dari siapapun, tak ada yang bisa maksa saya," ucapnya.


Editor : Nani Suherni