Dataran Tinggi Dieng Kembali Membeku, Ini Penjelasan BMKG

Tim iNews.id ยท Rabu, 27 Juli 2022 - 12:27:00 WIB
Dataran Tinggi Dieng Kembali Membeku, Ini Penjelasan BMKG
Fenomena embun es atau embun beku kembali melanda dataran tinggi Dieng. (Ist)

Hal itu disebabkan molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dari pada dataran rendah sehingga sangat cepat mengalami pendinginan, lebih lebih pada saat cuaca cerah tidak tertutup awan atau hujan. Uap air di udara akan mengalami kondensasi pada malam hari dan kemudian mengembun untuk menempel jatuh di tanah, dedaunan atau rumput. 

Air embun yang menempel di pucuk daun atau rumput akan segera membeku yang disebabkan karena suhu udara yang sangat dingin, ketika mencapai minus atau nol derajat, sehingga terjadilah embun upas/embun beku di daerah tersebut. 

Di Indonesia, beberapa tempat pernah dilaporkan mengalami fenomena ini, yaitu daerah dataran tinggi Dieng, Gunung Semeru dan pegunungan Jayawijaya, Papua. Kejadian embun beku merupakan fenomena yang dapat terjadi dan biasa terjadi tiap tahun. 

Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa fenomena Embun Upas di Dataran Tinggi Dieng dapat terjadi jika memenuhi syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Memasuki bulan-bulan musim kemarau (Mei-September), anomali jika terjadi pada musim hujan.

2, Suhu udara di bagian selatan Jawa Tengah terasa lebih dingin (biasanya suhu maksimum tidak lebih dari 30 derajat celsius)

3. Di tempat kejadian langit cenderung bersih awannya (clear sky), tidak terjadi hujan dan udara dekat permukaan lebih dingin saat malam hingga pagi hari (mendekati atau bahkan di bawah 0 derajat celsius ini juga yang terjadi di dataran tinggi Dieng).

4. Rendahnya kelembaban udara di tempat kejadian maupun daerah sekitarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: