Demo Rusuh di Magelang, Polisi Tetapkan 16 Pelajar Tersangka

Puji Hartono, Antara ยท Minggu, 29 September 2019 - 16:31:00 WIB
Demo Rusuh di Magelang, Polisi Tetapkan 16 Pelajar Tersangka
Polres Magelang Kota menetapakn 20 perusuh aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD sebagai tersangka. (Foto: iNews.id/Puji Hartono)

MAGELANG, iNews.id – Polres Magelang Kota menetapkan 20 tersangka dalam kerusuhan saat demonstrasi mahasiswa dan pelajar di depan Gedung DPRD Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (26/9/2019).

Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi mengatakan, tindakan anarkitis yang dilakukan peserta aksi demonstrasi bukan dari mahasiswa.

“Kalau mahasiswa tentu dia juga akan arif dan bijaksana karena dia juga menjadi pelopor kemartabatan bangsa, kemartabatan masyarakat," katanya seusai memimpin salat gaib meninggalnya mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari yang meninggal akibat tertembak, Minggu (29/9/2019).

Dia menyebutkan, dari 20 orang tersangka tersebut, 16 orang di antaranya merupakan pelajar. Sedangkan enam orang lainnya masyarakat umum.

"Karena sebagian mereka masih pelajar, kita koordinasikan dengan instansi terkait salah satunya Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)," katanya.

Dia menuturkan, pasal yang dikenakan kepada para tersangka tentang pengrusakan dan perbuatan menyerang petugas, kemudian secara bersama-sama mengakibatkan kerugian materi.

“Statusnya dalam hal ini tersangka, namun kita bisa koordinasikan masalah penahanannya, dari 20 itu sebagian kita pulangkan kepada orang tuanya, oleh karena itu perlu ada pendampingan dari KPAI," ujarnya.

Dia menuturkan, sudah melakukan proses hukum terhadap para perusuh yang terbukti memang melakukan upaya-upaya destruktif, upaya yang menimbulkan kerugian.

Idham menambahkan, dari 59 orang yang diamankan dalam aksi di depan Gedung DPRD Kota Magelang, 39 orang di antaranya sudah dilepas pada Jumat (27/9/2019).

Diketahui, puluhan peserta demonstrasi yang diduga merusak sejumlah fasilitas umum dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Magelang, Jawa Tengah, diamankan polisi, Kamis (26/9/2019).

Aksi demonstrasi menolak Undang-Undang KPK, RKUHP, dan sejumlah RUU kontroversial itu sebenarnya berlangsung tertib hingga penandatanganan kesepakatan oleh Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno. Sebagian besar massa pun membubarkan diri.

Namun sebagian massa bertahan di Jalan Sarwo Edi Wibowo, mereka melempari pintu gerbang Pemkot Magelang yang bersebelahan dengan Gedung DPRD Kota Magelang.


Editor : Kastolani Marzuki