Dirazia Satpol PP, Pengemis di Sragen Akui Raup Rp250.000 per Hari dan Punya 3 Sapi

Agregasi Solopos ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 09:19:00 WIB
Dirazia Satpol PP, Pengemis di Sragen Akui Raup Rp250.000 per Hari dan Punya 3 Sapi
Seorang pengemis asal Karangudi, Ngrampal, Sragen, Tugiman, menghitung uang recehan saat diamankan petugas di Kantor Satpol PP Sragen, Senin (29/6/2020). (Foto: Solopos/Tri Rahayu)

SRAGEN, iNews.id - Tugiman (55) pengemis asal Ngrampal digaruk Satpol PP Sragen, Senin (29/6/2020) dengan ratusan ribu uang. Dia mengaku kekurangan uang sehingga terpaksa mengemis.

Tugiman memiliki dua orang anak. Satu anaknya bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan dan satu lainnya merantau di Sulawesi. Dia memiliki satu orang cucu yang diasuhnya. Dia merasa masih kekurangan sehingga terpaksa harus mengemis di jalanan.

Warga Dukuh Klego, Desa Karangudi, Ngrampal, Sragen, itu mengaku sudah enam bulan menjadi pengemis. Dia bukan hanya mengemis di wilayah Sragen, tetapi juga sampai ke Solo bahkan Ngawi, Jawa Timur.

Dalam setengah hari Tugiman mampu mengumpulkan uang Rp250.000. Hal itu terungkap saat pengemis asal Ngrampal itu digaruk petugas Satpol PP Sragen, di kawasan simpang sempat Sarikat Islam.

Dia ditangkap lantaran bersikap tidak sopan. Bahkan dia terkesan menantang saat ditanya. Padahal, saat itu Satpol PP tidak bermaksud melakukan razia pengemis.

“Saat itu petugas sedang menertiban reklame tak berizin di sekitar Nglorog. Saat pulang melihat ada orang pengemis meminta-minta. Saat ditanya malah memelototi petugas. Akhirnya, dibawa ke Kantor Satpol PP Sragen,” ujar Kepala Satpol PP Sragen, Heru Martono, Selasa (30/6/2020).

Heru menjelaskan Tugiman tidak jujur saat diminta menjelaskan alasannya mengemis. Padahal, hal tersebut termasuk yang dilarang dalam peraturan daerah (perda) Sragen.

Tugiman ditangkap setelah mengemis setengah hari. Dia pun menghitung hasil kerjanya sejak pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan mengemis, yakni sebesar Rp250.000. Dia mengaku hari ini sepi, sehingga hanya bisa mengumpulkan uang tersebut.

“Tadi saya berangkat naik sepeda angin saya titipkan di Pasar Made lalu naik bus turun Sragen. Dari rumah bawa uang saku Rp70.000. Dan hasilnya Rp250.000 dalam setenagh hari. Iya, hari ini sepi. Biasanya kalau ramai dapat Rp50.000 Kalau di Palur bisa dapat Rp80.000,” ujar Tugiman.

Meski bekerja sebagai pengemis, pria asal Ngrampal, Sragen, itu mengaku memiliki tiga ekor sapi di rumah. Ketiga ekor sapi itu dipelihara istrinya saat ditinggal mengemis ke Sragen. Dia juga mempunyai dua unit sepeda motor bebek yang dibeli secara tunai dari hasil penjualan sapi.

“Pakan lembu (sapi) itu biasanya beli, jerami. Saya belum beli. Kalau beli satu pikap Rp400.000. Pakan itu biasanya habis dalam dua pekan. Lembu-lembu itu bukan dari hasil meminta-minta tapi hasil bekerja mencari pasir dulu,” katanya.

Setelah digaruk Satpol PP, Tugiman mengaku kapok. Dia berjanji tidak akan mengemis lagi.

“Saya kapok tidak akan meminta-minta lagi. Saya janji yang disaksikan Allah. Kalau boleh saya bekerja jadi pemulung saja,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Merasa Kekurangan, Pria Ngrampal Sragen Jadi Pengemis Hingga Raup Rp250.000/Hari"


Editor : Nani Suherni