Ditinggal Suami Ronda, Istri di Klaten Disekap Perampok

Agregasi Solopos ยท Jumat, 01 Mei 2020 - 11:01 WIB
Ditinggal Suami Ronda, Istri di Klaten Disekap Perampok
Kondisi rumah korban percobaan perampokan di Cantelan RT 001/RW 006, Ketandan, Klaten Utara. (Foto: Solopos/Ponco Suseno)

KLATEN, iNews.id - Seorang perempuan warga Kecamatan Ketandan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) disekap perampok yang menyusup ke kamar tidurnya pada Rabu (29/4/2020). Saat kejadian suami korban sedang jadwal ronda.

Insiden perampokan itu terjadi di Cantelan RT 001/RW 006, Ketandan, Klaten Utara. Sekitar pukul 23.30 WIB, para perampok menyekap pemilik rumah, Triningsih alias Ning (36) di kamar tidurnya di lantai II.

Saat disekap perampok, mulut Ning disumpal dengan kaus dalam milik anaknya. Kedua tangannya diikat dengan bra dan kaki diikat dengan daster. Satu dari dua perampok juga sempat melukai lengan kiri Ning. Ironisnya, penyekapan terhadap Ning juga disaksikan salah seorang anaknya yang masih bocah.

Perempuan tersebut disekap perampok saat ayah dan ibunya berada di lantai bawah. Sementara suami korban justru sedang melakukan ronda malam.

“Saat kejadian itu saya menonton televisi di lantai I. Dua perampok itu naik ke lantai II (memanjat dinding rumah). Saat kejadian itu, Fendi, anak menantu saya, sedang ronda malam di depan rumah. Lantaran takut tepergok, para perampok itu segera kabur (tanpa membawa uang). Warga di sini sempat nguber-nguber perampok itu, tapi tidak kecekel,” kata Lasini (67), ibu dari Ning, dikutip Solopos.com, Jumat (1/5/2020).

Agar Ning tak berteriak, salah seorang perampok langsung menyergap Ning. Di tengah sergapan itu, perampok sempat melukai lengan kiri Ning dengan pisaunya. Salah seorang perampok, menyumpal mulut Ning dengan kaus dalam milik anaknya.

Tangan Ning diikat dengan bra. Sedangkan, kakinya diikat dengan seprai. Selanjutnya, tubuh Ning dibungkus seprai. Saat ibunya diikat, anak Ning berinisial LG yang masih berusia balita itu berinisiatif sembunyi di kamar mandi di lantai II.

Selama perempuan tersebut disekap, kedua perampok sempat mencari barang-barang berharga di lantai II rumah di Ketandan, Klaten Utara itu. Setelah mengobrak-abrik isi rumah, kedua perampok tak menemukan barang berharga.

Salah seorang perampok sempat mengambil kaleng kecil yang belakangan diketahui berisi mainan LG. Lantaran takut tepergok, kedua pencuri langsung melarikan diri. Diduga lantaran terburu-buru, salah seorang perampok salah memasukkan kaleng ke dalam tasnya.

Kaleng tersebut meleset dan terjatuh di lantai, lalu menimbulkan suara gaduh di lantai II. Di tengah situasi tersebut, ayah Ning, Joko, naik ke lantai II. Namun kedua perampok itu sudah melarikan diri dengan memanjat dinding rumah.

Situasi di Ketandan langsung gempar. Warga yang ronda malam langsung mencari-cari para perampok, namun mereka gagal menemukan komplotan tersebut.

Kapolsek Klaten Utara AKP Endang Sulistyowati mengaku sudah memperoleh laporan tentang kejadian penyekapan tersebut. Polisi juga menyita barang bukti berupa pisau milik seorang perampok yang tertinggal di rumah Ning. Ada alat pengikat dan sebuah kaleng kecil.

“Kami masih menyelidiki kasus tersebut. Pelaku belum sempat mencuri apa-apa. Tak ada kerugian material. Tiga saksi yang kami mintai keterangan, korban itu sendiri (Ning), suaminya (Fendi), dan bapaknya (Joko),” katanya.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Kisah Horor Perempuan Klaten Disekap Perampok, Diikat Bra, Dibungkus Seprei"


Editor : Nani Suherni