Hikmah

Doa Rasulullah saat Wukuf di Arafah

Kastolani · Kamis, 30 Juli 2020 - 15:30 WIB
Doa Rasulullah saat Wukuf di Arafah
Jemaah haji dianjurkan untuk banyak berdoa saat wukuf di padang Arafah. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Seluruh jemaah haji hari ini, Kamis (30/7/2020) bertepatan tanggal 9 Dzulhijjah berkumpul di satu titik yakni di padang Arafah untuk berdiam diri, berzikir dan berdoa kepada Allah.

Wukuf Arafah merupakan puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Bahkan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa al hajju 'arafah. "Haji adalah Wukuf di Arafah"

Saat berada di padang Arafah, jemaah haji dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa kepada Allah. Dikutip dari bincangsyariah.com, Imam Alghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin menyarankan agar kesibukan utama pada hari Arafah dan ketika wukuf di Arafah adalah doa. Hal ini karena pada hari Arafah, doa sangat dekat untuk dikabulkan oleh Allah.

وليكن اهم اشتغاله في يوم عرفة الدعاء

Hendaklah kesibukan utama pada hari Arafah adalah berdoa.”

Imam Tirmidzi dalam kitabnya Sunan Attirmidzi meriwayatkan sebuah hadis mengenai doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi Saw. ketika sedang wukuf di Arafah. Hadis tersebut bersumber dari Sayidina Ali, dia berkata:

أَكْثَرُ مَا دَعَا بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ فِي الْمَوْقِفِ : ” اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ ، اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي وَإِلَيْكَ مَآبِي وَلَكَ رَبِّ تُرَاثِي ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ “

“Paling banyak kalimat doa yang dibaca Nabi Saw. ketika wukuf di Arafah adalah Allahumma lakal hamdu kalladzi naqulu wa khairom mimma naqulu, allahumma sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati wa ilaika ma-abi wa laka rabbi turatsi, allahumma inni a’uzu bika min ‘azabil qobri wa waswasatis shodri wa syatatil amri, allahumma inni a’uzu bika min syarrima taji-u bihir rihu.

Artinya: Ya Allah, bagi Mu pujian seperti yang kami ucapkan, dan lebih baik dari apa yang kami ucapkan. Ya Allah, untuk-Mu salatku, ibadah hajiku, untuk-Mu kehidupanku dan kematianku dan kepada-Mu kami akan kembali, untuk-Mu kami tunjukkan ibadahku. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, dari hati yang ragu dan dari tercerai berainya urusan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari yang terburuk yang didatangkan oleh angin.’”

Selain itu, para jemaah haji juga dianjurkan untuk berdoa sebagaimana doa yang dipanjatkan Nabi Khidir di Arafah. Berikut doa Nabi Khidir, sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Asrarul Hajji;

يَا مَنْ لَا يُشْغِلُهُ شَأْنٌ عَنْ شَأْنٍ وَلَا سَمْعٌ عَنْ سَمْعٍ وَلَا تَشْتَبِهُ عَلَيْهِ اْلاَصْوَاتُ يَا مَنْ لاَ تَخْتَلِطُهُ اْلمَسَائِلُ وَلاَ تَخْتَلِفُ عَلَيْهِ اللُّغَّاتُ يَا مَنْ لَا يُبْرِمُهُ إِلْحَاحُ اْلمُلِحِّيْنَ وَلاَ تَضْجِرُهُ مَسْأَلَةُ السَّائِلِيْنَ أَذِقْنَا بَرْدَ عَفْوِكَ وَحَلاَوَةِ مُنَاجَاتِكَ

Ya man la yusyghiluhu sya’nun ‘an sya’nin wala sam’un ‘an sam’in wala tasytabihu ‘alaihil ashwatu ya man la takhtalithul masa-ilu wala takhtalifu ‘alaihil lughghatu ya man la yubrimuhu ilhahul mulihhin wala tadhjiruhu mas-alatus sa-ilina aziqna barda ‘afwika wa halawati munajatika.

Artinya: Wahai zat yang tidak menyibukkan padaNya kesibukan atas kesibukan, juga pendengaran atas pendengaran, tidak serupa bagiNya berbagai macam suara, tidak beda bagiNya berbagai bahasa. Wahai zat yang tidak terikat oleh keluh kesahnya orang yang berkeluh kesah, dan tidak depresi oleh permintaan orang yang meminta, berilah kami rasa kesejukan ampunanMu dan manisnya bermunajat pada-Mu.

Wallahu A'lam.


Editor : Kastolani Marzuki