Driver Ojol Korban Klitih di Sleman Berharap BPJS Bisa Tanggung Pengobatan

Kuntadi, Kismaya Wibowo · Kamis, 06 Februari 2020 - 20:30:00 WIB
Driver Ojol Korban Klitih di Sleman Berharap BPJS Bisa Tanggung Pengobatan
Driver ojol korban klitih di Gunungkidul tak bisa beraktivitas akibat lengan tangannya dibacok pelaku. (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Pendiyanto (24) driver ojek online (ojol) asal Gunungkidul yang menjadi korban klitih di Sleman kebingungan dengan biaya perawatan di rumah sakit karena tidak ditanggung BPJS maupun Jasa Raharja. 

Pendiyanto harus mendapat 17 jahitan pada bagian lengan tangannya akibat disabet pedang pelaku klitih ketika melintas di Jalan Kabupaten Sleman, pada Senin (3/2/2020) dini hari.

Warga Dusun Dondong, Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul itu baru sekitar dua bulan bergabung sebagai pengemudi ojek online.  

Pendiyanto menuturkan, peristiwa itu terjadi seusai dirinya makan malam bersama tiga rekannya. Ketika hendak pulang dan melintas di Jalan Kabupaten Sleman, mereka berpapasan dengan pengendara sepeda motor dari arah berlawanan.

Tanpa ada permasalahan, tiba-tiba pelaku mengayunkan pedang dan mengenai lengan tangannya. “Posisi saya membonceng. Teman saya yang di depan berhasil menghindar dan mengenai lengan tangan kanan saya,” kata Pendiyanto, Kamis (6/2/2020).

Akibat sabetan pedang itu, korban mengalami luka robek pada lengan kanan. Pendiyanto kemudian dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan 17 jahitan. Selain luka robek, tulang tangannya juga retak.  “Begitu menyabetkan, pelaku langsung kabur,” ucapnya.

Pendiyanto mengatakan, akibat serangan klitih ini dirinya tidak bisa lagi bekerja. Sementara untuk pengobatan harus ditanggung sendiri. Jaminan kesehatan (BPJS) ataupun Jasa Raharja tidak bisa diproses karena kaitannya dalam perkara kriminal.  

Dia berharap permasalahan ini, bisa memberikan solusi atas permasalahan yang muncul. Apalagi dalam perkara ini dia benar-benar menjadi korban dan tidak bisa bekerja.  


Editor : Kastolani Marzuki