Polda DIY: Keributan di Jalan Kaliurang Bukan Klitih, tapi Tawuran Pelajar

Kuntadi ยท Rabu, 05 Februari 2020 - 17:55:00 WIB
Polda DIY: Keributan di Jalan Kaliurang Bukan Klitih, tapi Tawuran Pelajar
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto (tengah) (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan keributan yang terjadi di Jalan Kaliurang Km 10 Gentan, Ngaglik, Sleman pada Selasa (4/2/2020) bukan kasus klitih. Saat ini polisi telah mengamankan empat orang pelajar dari dua sekolah yang kedapatan membawa senjata tajam.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto menjelaskan, keributan yang terjadi di Jalan Kaliurang mengarah ke aksi tawuran antara pelajar. Saat itu antara SMP 5 Sleman dengan SMP Piri Sleman menggelar pertanding futsal dengan taruhan. Bagi sekolah yang kalah memberikan Rp150.000 dan membayar sewa lapangan.

Dalam pertandingan ini, SMP Piri unggul dengan skor 10-8, dan pertandingan bubar. Namun di jalan terjadi gesekan, salah satu pelajar menyabet pelajar lain dengan besi yang dipasangi gir. Keributan bergeser ke sekitar Pasar Gentan, hingga terlibat aksi saling lempar batu. Warga yang resah mengamankan salah satu pelajar yang membawa senjata tajam jenis celurit.

"Ada empat yang kami proses hukum, LTN dan RA dari SMP 5 dan DA dan NN dari SMP Piri karena membawa senjata tajam dan diproses dengan UU darurat," kata Yulianto di Mapolsek Ngaglik, Sleman, Rabu (5/2/2020).

Tidak akan korban luka dalam keributan itu. Namun, aksi pelajar ini telah menggangu pengguna jalan.

"Jadi ini (besi dengan gir) diayunkan untuk menakut-nakuti, namun membuat pengguna jalan resah," ujarnya.

Melihat kejadian tersebut, Yulianto berharap orangtua tidak membekali anak-anak yang belum cukup umur dengan sepeda motor.

"Kalau belum cukup umur, tidak memiliki SIM jangan diberi sepeda motor," ucap Yulianto.

Dia juga mengimbau warga tidak mengunggah semua kegiatan yang meresahkan ke media sosial sebelum mendapat keterangan resmi.

Editor : Nani Suherni