FPIK Undip Kenalkan Sistem Tambak Terhubung Mangrove, Ini Manfaatnya

Ahmad Antoni ยท Rabu, 02 Juni 2021 - 21:37:00 WIB
FPIK Undip Kenalkan Sistem Tambak Terhubung Mangrove, Ini Manfaatnya
Guru Besar Departemen Akuakultur FPIK Undip, Prof Dr Sri Rejeki (kiri) dan Letari L Widowati, Msi selaku MC dan moderator webinar, Rabu (2/6/2021). (iNews/Ahmad Antoni)

Sistem AMA, pada prinsipnya adalah memperlebar tanggul yang berbatasan dengan sungai atau laut. Hal itu sebagai sarana menumbuhkan mangrove untuk greenbelt. 

Dia mencontohkan, tambak dengan lebar kurang dari 30 meter dari tepian aliran sungai atau laut, disarankan seluruh tambak sebagai sabuk hijau. Jika di atas 30 meter, maka bangun greenbelt 10 meter.

Caranya? mundurkan tanggul tambak dengan membuat tanggul baru secara bertahap. Melalui cara ini biasanya mangrove akan tumbuh seiring terbentuknya sedimen. Kemudian dibangun tanggul baru berikutnya.

‘’Prinsip AMA, mangrove tak berada atau tidak ditanam di pematang atau di pelataran tambak. Konsep lama, sylvofishery, dimana pantai dan pematang tambak tak terlindungi,’’ katanya.

Project Manager and Researcher at The Chair Group Aquaculture and Fisheries (AFI) 2001-2019, Dr Roel H Bosma menjelaskan banyak negara yang abai terhadap hutan mangrove ini. Di sepanjang pantura Jawa, kerusakan hutan mangrove menyebabkan hilangnya permukiman, infrastruktur dan ratusan hektare tambak.

Untuk itu perlu dilakukan perlindungan dengan melindungi hutan mangrove yang tersisa. “Kurangi penggunaan air tanah, peningkatan SDM masyarakat melalui pelatihan, mengganti tambak dengan mangrove,” katanya.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Prof Dr Tri Winarni Agustini mengatakan webinar tersebut akan terbagi menjadi tiga series. Dua webinar lanjutan akan diselenggarakan pada 9 dan 16 Juni 2021 mendatang. “Ini momen bagus untuk mencermati tentang peran akuakultur dalam berkontribusi untuk pemulihan ekosistem mangrove,” katanya.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: