Gaji Rp360 Juta Tak Dibayarkan, TKI Asal Blora Ini Minta Bantuan Pemerintah

Okezone, Taufik Budi ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 10:40 WIB
Gaji Rp360 Juta Tak Dibayarkan, TKI Asal Blora Ini Minta Bantuan Pemerintah
Sri Naning Wahyu Kurniawati saat bertemu Wakil Bupati Blora Arief Rochman (Foto: okezone)

BLORA, iNews.id - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Blora, Jawa Tengah (Jateng) berharap haknya selama 12 tahun bekerja di Arab Saudi bisa dibayarkan. Setidaknya ada Rp360 juta hasil kerjanya tak dibayar majikan.

Sri Naning Wahyu Kurniawati (29) bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak 2006 hingga 2019. Awalnya, dia mendapat gaji layak dari majikan. Namun, mendadak berubah karena uang gajinya harus disimpan di bank oleh majikan.

"Tahun pertama saya sudah mendapatkan gaji dan bisa mengirimkan uang untuk orangtua. Namun, sejak tahun kedua hingga 2019 kemarin belum pernah menerima gaji, karena gajinya disimpan di bank oleh majikan saya," kata Sri, Senin (20/1/2020).

BACA JUGA: Kematian Ternak Meningkat, Dinas Pertanian dan Pangan: Tidak Semua Kena Antraks

Terpaksa dia harus pulang ke Indonesia tanpa uang sepeserpun. Bahkan, dia dibantu KJRI Jeddah untuk kembali ke Tanah Air.

Sri menceritakan, selama 13 tahun bekerja di Arab Saudi, tepatnya di Kota Makkah, dia dilarang keluar rumah oleh majikan. Akibatnya, dia tidak pernah bersosialisasi dengan dunia luar maupun bertemu dengan TKI lainnya.

Perempuan yang fasih berbahasa Arab itu masih mengaku beruntung, karena selama 13 tahun bekerja tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar. Tetapi, dia memutuskan kabur dari rumah majikan hingga ditangkap polisi.

BACA JUGA: Cegah Penyebaran Antraks, Pemkab Gunungkidul Beri Vaksin dan Antibiotik 11.616 Ternak

"Setelah saya kabur, saya ditangkap polisi karena tidak punya identitas. Sempat ditahan hingga 15 hari dan dikunjungi petugas dari KJRI untuk membantu kepulangan ke Indonesia," ujarnya.

Dia berharap, pemerintah turun tangan untuk mengupayakan haknya. Sri mengaku, gajinya akan digunakan untuk memperbaiki rumah orangtuanya sekaligus membuka usaha baru di kampung halaman.

"Saya tidak ingin bantuan yang neko-neko dari pemerintah, saya cuma ingin gaji saya bisa dicairkan," ucapnya.


Editor : Nani Suherni