Ganjar Pranowo Komentari Budaya Salaman di Tengah Virus Korona

Okezone, Taufik Budi ยท Jumat, 13 Maret 2020 - 11:15 WIB
Ganjar Pranowo Komentari Budaya Salaman di Tengah Virus Korona
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Sudirman Said (Foto: Dokumen Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Budaya jabat tangan di beberapa negara mulai dihindari untuk mencegah penyebaran virus korona jenis baru (Covid-19). Kondisi itu mengundang komentar Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, jabat tangan melekat di masyarakat Indonesia. Dia tidak akan memberikan arahan khusus soal anjuran berjabat tangan karena terbilang sulit.

"Kultur kita agak sulit untuk tidak bersalaman. Jadi, habis bersalaman kemudian kita cuci tangan, enggak apa-apa. Salaman jarak jauh (sambil bilang) 'hai', juga enggak apa-apa, terserah saja," kata Ganjar, Kamis (12/3/2020).

Dia mengimbau masyarakat untuk mempertahankan pola hidup sehat dengan asupan makanan bergizi, istirahat cukup, serta rajin berolahraga. Ganjar mengharapkan warga Jateng selalu memperbarui informasi dari sumber terpercaya, agar terhindar dari penyebaran hoaks.

"Tapi saya pesan yang sehat jaga kesehatan, jaga dengan baik, istirahat, makan buah sayur. Dan tentu saja, masyarakat kalau perlu bertanya sekarang banyak sekali aplikasi untuk bertanya. Anda boleh bertanya, agar Anda mengerti apa yang mesti diantisipasi," katanya.

Sebelumnya, SMP Negeri 7 Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) melarang siswanya bersalaman. Hal tersebut untuk mencegah penularan virus korona jenis baru atau Covid-19.

"Siswa sementara tidak dianjurkan salaman dan mereka harus cuci tangan, sedang yang sakit agar istirahat di rumah," kata Kepala Sekolah SMPN 7 Pemalang Siti Komariah, Jumat (13/3/2020).


Editor : Nani Suherni