Ganjar Pranowo Tak Takut Disebut Melanggar HAM karena Tolak Warga Eks ISIS

Antara ยท Sabtu, 08 Februari 2020 - 15:50 WIB
Ganjar Pranowo Tak Takut Disebut Melanggar HAM karena Tolak Warga Eks ISIS
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Wagub Taj Yasin Maimoen saat konferensi pers terkait sekolah gratis di Bandara Ahmad Yani Semarang. (Foto: Dok.Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tegas menolak wacana pemulangan warga eks ISIS ke Indonesia. Politis PDI Perjuangan ini tidak takut disebut melanggar hak asasi manusia (HAM) karena sikapnya tersebut.

"Melanggar HAM bagaimana? Justru mereka (eks ISIS) itu yang melanggar HAM dengan sadis. Coba lihat mereka melanggar HAM tidak? Mereka malah supersadis, 'nyembelih' orang, kok, bukan pelanggaran HAM," kata Ganjar usai mengisi acara Rakernas Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Ganjar, pemulangan eks ISIS ke Indonesia justru menimbulkan kontradiksi karena yang bersangkutan sudah tidak mengakui sebagai warga negara Indonesia (WNI).

"Dia negaranya mana? Lo, 'kan paspor saja sebagai data Indonesianya sudah dibakar berarti sudah tidak mau dengan kita. Wong sudah tidak mau dengan kita, kok, mau diterima, 'kan aneh," ujarnya.

Ditanya ada berapa warga Jawa Tengah yang tergabung dengan ISIS, Ganjar mengaku tidak tahu sebab mereka tidak izin saat meninggalkan Indonesia.

"Ya, tidak tahu, perginya juga tidak pamit saya," kata Ganjar.

Secara khusus, Ganjar meminta pemerintah pusat untuk berhati-hati dalam menentukan sikap terkait dengan rencana pemulangan eks ISIS ke Indonesia.

"Saya bisa dan berani memberikan kesaksian-kesaksian dari yang ada di lapangan kalau memang dibutuhkan," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar menyatakan menolak wacana pemulangan eks ISIS ke Indonesia, khususnya yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah.

"Yang saya tunggu kembali ke Tanah Air itu WNI asal Jateng yang sukses di luar negeri, bukan mereka (WNI eks ISIS)," katanya.


Editor : Nani Suherni