get app
inews
Aa Text
Read Next : Heboh! Tas Mencurigakan Diduga Bom di Tol Banyumanik Semarang, Gegana Turun Tangan

Ganjar Telepon Wali Murid yang Dompleng Kartu Keluarga untuk Daftar PPDB

Kamis, 25 Juni 2020 - 08:10:00 WIB
Ganjar Telepon Wali Murid yang Dompleng Kartu Keluarga untuk Daftar PPDB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sidak proses PPDB di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Rabu (24/6/2020). (Foto: Dok Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menemukan modus baru dalam pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020. Selain banyaknya penggunaan surat keterangan domisili (SKD) asli tapi palsu (aspal), ditemukan juga modus mendompleng kartu keluarga (KK).

Modus itu ditemukan Ganjar saat sidak proses PPDB di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Rabu (24/6/2020) sore. Dalam sidak itu, Ganjar menemukan adanya kasus orang tua wali dari Bali yang mendaftarkan anaknya di SMAN 3 Semarang.

Untuk mengakali sistem, orang tua calon siswa itu menitipkan nama anaknya kepada seseorang yang dekat dengan SMAN 3 Semarang. Dia berani mencabut berkas anaknya dan memasukkan ke KK orang di Semarang tersebut, meskipun sebenarnya, si anak sedang sekolah dan bersama orang tuanya di Bali.

Ganjar pun langsung menelepon orang tua siswa itu. Dari percakapan tersebut, orang tua siswa membenarkan bahwa anaknya mendompleng KK di Semarang.

"Ibu saya tanya, anaknya sekarang tinggal di mana? Ini kok KK nya sudah tinggal di Semarang sejak Januari 2019," kata Ganjar saat menelepon orang tua wali tersebut.

Dari ujung telepon itu, Ganjar mendengar bahwa si anak saat ini masih tinggal bersamanya di Denpasar. Dia mengakui bahwa surat keterangan itu tidak benar.

"Anak saya setahun terakhir tinggal di Denpasar bersama saya pak, memang saya ingin menyekolahkan anak saya di Semarang biar bisa bareng simbahnya. Memang surat yang menyatakan bahwa anak saya sudah tinggal di Semarang sejak Januari 2019 itu tidak benar pak," kata perempuan itu.

Dari keterangan panitia PPDB, Ganjar mendapat laporan bahwa modus dompleng KK itu banyak dilakukan. Pihaknya menerima ada banyak aduan dari masyarakat.

Hal itu membuat Ganjar khawatir. Dia pun langsung mencari salah satu lurah di Kota Semarang yang telah mengeluarkan surat keterangan itu. Ganjar menyambangi kantor lurah tersebut, namun sudah tutup. Akhirnya, dia menelpon lurah dan memintanya menghadap ke kediamannya secara langsung.

Sore hari, lurah yang dimaksud itu kemudian menemui Ganjar di rumahnya. Pertemuan secara tertutup itu berlangsung cukup lama antara Ganjar dan lurah serta beberapa perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng.

"Tadi saya coba konfirmasi ke lurahnya, dan dia bilang bahwa untuk mengeluarkan SKD, patokannya ya KK. Pada level ini memang tidak ada yang keliru, meskipun setelah diverifikasi tentang anak ini SMP-nya di mana, tinggalnya di mana, orang tua di mana, ternyata ada beberapa yang tidak benar," ucapnya.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut