Harga Ayam Terus Anjlok, Peternak di Jateng Berencana Demo

Antara ยท Senin, 20 Januari 2020 - 12:00 WIB
Harga Ayam Terus Anjlok, Peternak di Jateng Berencana Demo
Ilustrasi peternak ayam

Solo, iNews.id - Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) Pedaging Jawa Tengah (Jateng) kembali mengeluhkan anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak. Mereka berencana menggelar aksi demo jika tidak ada tanggapan dari pemerintah.

Ketua Pinsar Pedaging Jateng Parjuni menegaskan, turunnya harga ayam hidup sudah berlangsung 17 bulan.

"Kami akan melakukan aksi demo lagi karena kondisi ini sudah terlalu lama. Sudah 17 bulan," kata Parjuni di Solo, Senin (20/1/2020).

Dia mengatakan, saat ini harga ayam hidup lepas kandang terlalu rendah dibandingkan dengan harga pokok produksi (HPP). Harga ayam hidup lepas kandang di kisaran Rp13.500-14.500 per kilogram, sedangkan HPP di angka Rp17.500-18.000 per kilogram.

BACA JUGA: Kemunculan Keraton Baru Berpotensi Terjadi di Tempat-Tempat Ini

"Sebetulnya jelang Natal 2019 harganya sempat mendekati HPP, yaitu sekitar Rp17.000 per kilogram. Harapan kami paling tidak harga ini bisa bertahan hingga tahun baru, tetapi ternyata setelah Natal harga terus turun sampai sekarang," ujarnya.

Pihaknya sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan Kementerian Pertanian. Meski demikian, sejauh ini hasilnya kurang memuaskan.

"Dulu sempat disepakati akan ada pengurangan tujuh juta bibit ayam di lapangan tetapi kenyataannya hanya dikurangi lima juta ekor. Artinya kan Dirjen Peternakan tidak komitmen," katanya.

Dengan anjloknya harga tersebut peternak kecil mengalami kerugian ratusan juga rupiah.

BACA JUGA: 250 Pohon Kopi di Temanggung Dirusak Orang Tak Dikenal, Polisi Buru Pelaku

"Seperti saya saja, dalam satu bulan rata-rata bisa rugi sampai Rp200 juta. Kalau ini sudah berjalan selama 17 bulan, berapa besar kerugian saya," ucapnya.

Parjuni berharap pemerintah adil terhadap peternak kecil dan tidak terkesan pro-pengusaha besar yang saat ini juga ikut memproduksi bibit ayam.

"Sebagai bapak (pemerintah), ibaratnya kami ini anak ragilnya. Seharusnya kami dilindungi. Masa 17 bulan terus merugi," katanya.

Sementara itu, terkait dengan aksi demonstrasi akan dilakukan pada Rabu (22/1/2020) di Kantor Kementerian Pertanian. Menurut dia, pada kegiatan itu akan dilakukan aksi bagi ayam secara gratis kepada masyarakat.


Editor : Nani Suherni