Harga Bawang Merah di Kendal Naik 100 Persen pada Pekan Pertama Ramadan

Eddie Prayitno · Kamis, 30 April 2020 - 00:34:00 WIB
Harga Bawang Merah di Kendal Naik 100 Persen pada Pekan Pertama Ramadan
Harga bawang merah di Pasar Kendal naik hingga 100 persen di awal Ramadan. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Memasuki pekan pertama bulan Ramadan, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional di Kendal mengalami kenaikan. Lonjakan harga tertinggi terjadi pada komoditas bawang merah hingga 100 persen.

Sementara bahan pokok lainnya seperti gula pasir dan daging ayam masih tetap tidak mengalami kenaikan.

Pantauan iNews, Rabu (29/4/2020), harga bawang merah naik dari Rp25.000 per kilogram menjadi Rp50.000. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran berkisar antara 80 hingga 100 persen.

Kenaikan harga bawang merah ini dipicu minimnya pasokan dari sentra bawang merah akibat tidak lagi ada panen. 

Pembeli sayuran, Sulastri mengatakan, kenaikan harga bawang merah yang mencapai 100 persen sangat memberatkan masyarakat. “Saya beli bawang untuk dijual lagi. Tapi, karena harganya sudah tinggi, ya terpaksa dikurangi pembeliannya,” katanya.

Kenaikan harga sayuran juga dikeluhkan masyarakat terutama pedagang gorengan. Mereka terpaksa mengurangi pembelian agar tidak terlalu rugi.

Pedagang gorengan, Karti  mengatakan, meski harga sayuran terutama kubis naik harga jual gorengan tidak dinaikan. “Porsi sayurannya saja yang dikurangi untuk menekan biaya produksi sehingga tidak menaikan harga jual gorengan,” ujarnya.

Pedagang sayuran dan bumbu dapur di Pasar Kendal, Nurjanah mengatakan, sudah dua hari ini  harga  bawang merah naik. Sementara sayuran yang naik seperti kubis kacang mentah namun untuk  harga daging ayam dan gula pasir masih stabil.

Harga sayuran ikut terimbas naik karena stok sedikit sementara pembeli banyak. Saat awal puasa harga sempat turun, namun dua hari terakhir mulai merangkak naik. Para pedagang berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga mereka bisa berjualan normal dan pasokan kembali lancar.


Editor : Kastolani Marzuki