Harga Bumbu Dapur Naik Jelang Lebaran, Pembeli: Rp200.000 untuk Belanja Bawang Merah

Suryono Sukarno ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 19:30 WIB
Harga Bumbu Dapur Naik Jelang Lebaran, Pembeli: Rp200.000 untuk Belanja Bawang Merah
Pedagang bumbu dapur di Pasar Tradisional Batang, Jawa Tengah (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

BATANG, iNews.id - Sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang lebaran. Di pasar tradisional induk kabupaten Batang, Jawa Tengah, tren kenaikan harga terjadi pada bumbu dapur jenis bawang merah.

Bumbu dapur yang satu ini sebelumnya dijual di kisaran Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilogram. Saat ini dijual Rp60.000 per kilogram.

Warga saat belanja di Pasar Batang, Farida mengaku harga bawang merah Rp60.000 sangat memberatkannya sebagai ibu rumah tangga. Dia juga mengaku untuk kebutuhan bumbu dapur saat Lebaran bisa menghabiskan uang Rp100.000 hingga Rp200.000.

"Dari semula untuk persiapan bumbu dapur jelang Lebaran berkisar Rp100.000 namun bisa mencapai Rp200.000 untuk belanja bawang merah,” kata Farida, warga saat belanja di pasar Batang, Rabu (20/5/2020)

Salah seorang pedagang bumbu dapur Sopiyah mengatakan, tren kenaikan harga khususnya bawang merah ini sudah berlangsung seminggu ini. Saat ini stok bawang merah di pasar juga mulai langka.

“Harga naik terus selama seminggu terakhir ini. Tidak seimbangnya antara pasokan dan meningkatnya daya beli warga membuat barang langka dan kenaikan harga tidak bisa dihindarkan lagi," kata Sopiyah.

Berbeda dengan bawang putih yang tengah dibanjiri bawang impor. Saat ini harga justru turun jadi Rp20.000 per kilogram. Sementara, harga bumbu dapur seperti cabai dan sejenisnya serta sembako saat ini stabil dikarenakan pasokan melimpah di pasaran.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagang dan Koperasi Batang Subiyanto mengakui, adanya tren kenaikan bawang merah di pasaran. Pemkab akan melakukan operasi pasar jika tren kenaikan harga masih terus terjadi.

“Operasi pasar akan dilakukan untuk sejumlah kebutuhan yang mengalami kenaikan seperti bawang merah, gula, daging, juga beras, namun waktunya masih kita rencanakan," ucap Subiyanto.


Editor : Nani Suherni