Waduh, Tali Kafan Jenazah Pasien Positif Covid-19 di Boyolali Sempat Dibuka Warga

Agregasi Solopos ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 08:51 WIB
Waduh, Tali Kafan Jenazah Pasien Positif Covid-19 di Boyolali Sempat Dibuka Warga
Ilustrasi (Foto: AFP)

BOYOLALI, iNews.id - Jenazah pria berusia 78 tahun yang dimakamkan di Senting, Sambi, Boyolali, Kamis (14/5/2020), sempat dibuka tali kafannya sebelum diketahui positif Covid-19. Warga sekitar memakamkan jasad pria yang meninggal di Jakarta itu dengan cara biasa alias tidak menggunakan protokol pemulasaraan jenazah Covid-19.

Warga tidak menerima informasi apa pun terkait riwayat sakit pria itu dari otoritas rumah sakit di Jakarta. Keluarganya menginformasikan pria itu meninggal karena stroke. Karena itu, saat tiba di Senting, Boyolali, jenazah pria yang ternyata positif Covid-19 itu dimakamkan dengan prosedur biasa.

Kepastian pria lanjut usia itu positif Covid-19 diketahui dua hari setelah dimakamkan. Rumah sakit di Jakarta memberikan informasi hasil test swab pria berinisial SP itu kepada keluarganya.

"Karena tidak menggunakan protokol Covid-19, saat itu tali kain kafan jenazah sempat dibuka kemudian dimakamkan secara biasa," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali, Ratri S Survivalina, dikutip dari Solopos.com, Rabu (20/5/2020).

Tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Boyolali langsung melakukan tracing kontak erat jenazah pria yang positif corona itu. Hasilnya ada 19 warga yang merupakan kontak erat.

Mereka yakni, keluarga dan orang yang ikut dalam proses pemakaman. Khusus warga yang langsung membuka tali kain kafan jenazah sudah diagendakan untuk menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Darurat Covid-19.

"Nanti berapa hari lagi kami evaluasi lagi, semoga tidak ada yang reaktif," katanya.

Menurut Ratri, sebagian besar kontak erat itu merupakan warga dengan KTP Jakarta. Sedangkan yang menjalani pengambilan sampel di Rumah Sakit Darurat Covid-19 ada tiga orang.

Camat Sambi, Purnawan Raharjo, mengaku heran karena rumah sakit di Jakarta yang merawat jenazah Covid-19 di Senting, Boyolali, tidak menginstruksikan protokol kesehatan dalam pemakaman tersebut. Masyarakat dan keluarga tidak mengira yang bersangkutan positif Covid-19.

"Saat itu informasi dari keluarga, yang bersangkutan meninggal karena stroke. Rumah sakit di Jakarta juga tidak memberi protokol kesehatan. Mestinya kalau PDP pun ada protokol kesehatannya, kami juga heran," katanya.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Jenazah Pria Positif Covid-19 Di Senting Boyolali Sempat Dibuka Tali Kafannya"


Editor : Nani Suherni