Harga Telur Tingkat Pengecer di Kabupaten Semarang Tembus Rp27.000 per Kilogram
Dia mengatakan, kenaikan harga telur yang cukup signifikan ini, membuat pedagang kebingungan. Sebab persaingan harga di pasaran menjadi semakin ketat karena setiap pedagang harus bisa menjual cepat agar tidak rugi.
“Telur tidak bisa bertahan lama. Kalau lama tidak terjual banyak yang busuk dan tidak bisa dijual. Kalau itu sampai terjadi, rugi jadinya. Maka dari itu, setiap pedagang hanya mencari keuntungan sedikit agar telur bisa cepat terjual. Saya sendiri hanya mengambil untung Rp1.000 per kilogram," ujarnya.
Pedagang lain Darmi (57) mengatakan, kenaikkan harga telur saat ini cukup tinggi sehingga pedagang kesulitan mencari untung akibat ketatnya persaingan di pasar.
Editor: Ahmad Antoni