Hujan Abu Gunung Merapi Guyur Magelang, BPBD Bagikan Ratusan Masker

Puji Hartono ยท Senin, 14 Oktober 2019 - 21:01 WIB
Hujan Abu Gunung Merapi Guyur Magelang, BPBD Bagikan Ratusan Masker
Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DIY kembali erupsi dengan memuntahkan awan panas setinggi 3.000 meter dari puncak. (Foto: iNews.id/Tata Rahmanta)

MAGELANG, iNews.idHujan abu menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah akibat erupsi Gunung Merapi yang terjadi, Senin (14/10/2019) sore.

Awan panas erupsi Merapi membumbung tinggi hingga 3.000 meter dari puncak. Kawasan yang diselumuti abu vulkanik Merapi di antara Jalan Raya Magelang-Yogyakata mulai Muntilan hingga Salam.

Untuk mengatisipasi hal hal yang tidak di inginkan dan menjaga kesehatan petugas dari BPBD Magelang langsung membagikan ratusan masker kepada warga sekitar dan penguna jalan yang melintas.

Petugas BPBD Magelang, Suroso mengatakan, dari data BPBD ada enam kecamatan yang terdampak hujan abu Merapi, yakni Srumbung, Dukun, Salam, Sawangan, Muntilan dan Mungkid.

“Mendengar adanya hujan abu kami jajaran bpbd langsung membagikan ratusan masker ke warga agar tidak tergangu dalam melakukan aktivitas,” katanya.

Dari pantauan petugas jaga di Pos Ngepos, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, awan panas letusan terekam dalam seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 milimeter. Terpantau kolom setinggi 3.000 meter mengarah ke Barat Daya.

Manager Pusdalops BPBD DIY, Danang Syamsurizal mengatakan, letusan Merapi tersebut mengakibakan hujan abu tipis di wilayah Sleman.

Sampai saat ini, kata dia, Pusdalops terus berkoordinasi dengan BPPTKG untuk informasi terkini. “Kita masih terus lakukan pantauan dengan lembaga yang kompeten,” ujarnya.

Danang meminta masyarakat untuk waspada dan jangan sampai terhasut isu yang menyesatkan. Mereka harus memantau perkembangan informasi dari institusi yang benar. Salah satunya untuk mengikuti arahan dari petugas.

“Sesuai arahan BPPTKG kepada masyarakat untuk tetap waspada. Rekomendasi jarak berbahaya 3 kilometer dari puncak,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki