Ini 5 Hoaks Virus Korona di Jateng yang Buat Ganjar Pranowo Marah

Nani Suherni ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 10:34 WIB
Ini 5 Hoaks Virus Korona di Jateng yang Buat Ganjar Pranowo Marah
Hoaks soal kebijakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo soal Covid-19

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo marah besar karena informasi bohong atau hoaks soal virus korona jenis baru (Covid-19) di wilayahnya. Setidaknya terdapat lima berita hoaks yang tersebar di media sosial.

Dalam konferensi persnya, Ganjar sempat mengatakan banyak menerima aduan soal berita hoaks. Namun ketika dia meminta sumber informasi tersebut, pelapor mengaku mendapatkan dari teman. Saat hendak dilaporkan ke polisi, mereka mengaku takut.

"Bapak ibu saudara semua, jangan membuat hoaks deh pada hal seperti ini tuh sensitif. Banyak sekali yang mengatakan saya meliburkan sekolah dibilangnya meliburkan karyawan," kata Ganjar yang dikutip dari akun instragramnya, Jumat (20/3/2020).

Dari data yang dihimpun setidaknya terdapat lima berita hoaks yang tersebar di Jateng, berikut daftarnya;

1. Breaking News: Ganjar Umumkan Pabrik Seluruh Jateng Libur Dua Minggu (Hoaks).

Breaking News: Ganjar Umumkan Sekolah seluruh Jateng Libur Dua Minggu (Benar).

2. Corona Mewabah, Gubernur Ganjar Liburkan Sales Dan Karyawan Se-Jateng 2 Minggu (Hoaks).

Corona Mewabah, Gubernur Ganjar Liburkan Sekolah Se-Jateng (Benar).

3. Corona Mewabah, Gubernur Ganjar Liburkan Driver Gorobogan dan akan diajukan oleh pihak Grab untuk memberi insentif 200rb per hari (Hoaks).

4. RS Kraton sudah terima rujukan dari RS Batang Pasien Covid-29 WNA Pekerja PLTU Batan, Tetap Waspada dan Jaga Kesehatan (Hoaks).

5. Waspada Corona Ganjar Pranowo Liburkan Angsuran Bank Sementara di seluruh Jawa Tengah (Hoaks).

Data dari corona.jatengprov.go.id, update terakhir Jumat (20/3/2020) tercatat 2.236 orang dalam pengawasan (ODP). Kemudian pasien dalam pengawasan sebanyak 113 orang. Pasien Covid-19 sebanyak 12 orang. Saat ini terdapat 50 rumah sakit rujukan tersebar di Jawa Tengah.


Editor : Nani Suherni