Izinkan Salat Idul Fitri di Lapangan, Bupati Karanganyar: Lebih Afdol

Sindonews, Ary Wahyu Wibowo ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 13:24 WIB
Izinkan Salat Idul Fitri di Lapangan, Bupati Karanganyar: Lebih Afdol
Bupati Karanganyar Jawa Tengah Juliyatmono merespons terkait polemik pemilihan Jeep Wrangler Rubicon sebagai mobil dinas barunya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (6/12/2019). (Foto: iNews/Wahyuendro)

KARANGANYAR, iNews.id - Bupati Karanganyar Juliyatmono mengizinkan masyarakat di wilayahnya menggelar salat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Bahkan, Juliyatmono dijadwalkan menjadi imam dan khatib dalam salat Idul Fitri di Alun-Alun Karanganyar.

"Salat Idul Fitri berlangsung setiap tahun, lebih afdol di lapangan. Karena situasinya Covid-19, maka pakai protokol kesehatan," kata Juliyatmono, Kamis (21/5/2020).

Masyarakat yang menjalankan salat Idul Fitri diharapkan benar-benar tertib dan disiplin. Jika ada masyarakat Karanganyar yang ingin menggelar salat Idul Fitri di masjid atau di lapangan, maka dirinya mengizinkan sesuai protol kesehatan dan disiplin.

Masyarakat yang ingin menggelar Salat Idul Fitri, tidak perlu mengajukan permohonan. Dia telah meminta agar para camat dan kepala desa dapat mengelola penyelenggaraan salat Idul Fitri. Juliyatmono juga telah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu kelancaran beribadah.

Mengenai imbauan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar masyarakat melaksanakan salat Idul Fitri di rumah, tentunya tetap diperhatikan. Hanya, setiap daerah memiliki kebijakan masing-masing. Sebagai Ketua Percepatan Penanganan Gugus Covid-19 di Karanganyar, dia mengaku memiliki pertimbangan yang rasional.

"Kalau fokus pada Covid-19, saat ini telah melandai menurun drastis di Karanganyar," ujarnya.

Juliyatmono malah mempertanyakan balik pertimbangan tidak diizinkan salat Idul Fitri di lapangan atau masjid. Sebab, menurutnya, salat Idul Fitri merupakan wujud dari telah berakhirnya puasa Ramadan.

Hal ini juga sekaligus belajar berdamai dengan Covid-19. Dengan demikian, masyarakat nantinya akan terbiasa hidup dengan pandemi corona. Hingga saat ini tidak diketahui kapan pandemi ini akan berakhir, sehingga harus bisa menyiasati keadaan agar orang tidak trauma terhadap Covid-19


Editor : Nani Suherni