Jembatan Gantung Terputus di Pati, Evakuasi Korban Menegangkan
PATI, iNews.id – Warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah (Jateng), digegerkan dengan jembatan yang tiba-tiba putus saat desa tersebut menggelar acara sedekah laut, Sabtu (21/7/2018). Lima warga bersama tiga sepeda motor yang mereka kendarai turut tercebur ke sungai, termasuk satu bayi berusia empat bulan. Evakuasi para korban berjalan menegangkan.
Sejumlah korban berusaha bergelantungan di jembatan yang terputus, menunggu pertolongan dari warga. Seluruh korban akhirnya bisa dievakuasi para nelayan yang berada di sekitar lokasi sehingga tidak ada korban jiwa. Para korban selanjutnya dibawa warga untuk mendapat perawatan, sementara bayi dibawa ke puskesmas terdekat.
“Kejadiannya tadi sekitar setengah 4 sore. Ada anak-anak sama bapak ibu yang menyeberang dengan tiga sepeda motor. Tapi, semua berhasil diselamatkan. Yang anak bayi dibawa ke puskemas,” kata Kepala Desa Puncel Sutiyono.
Jembatan berusia 30 tahun tersebut diduga terputus karena kelebihan muatan dan sudah dimakan usia. Dalam rekaman video amatir warga ini terlihat kepanikan sesaat setelah jembatan gantung putus. Seorang laki-laki yang tengah menggendong bayi berusia empat bulan berusaha bertahan dengan bergelantungan di salah satu sisi jembatan yang terputus. Sementara warga bersama sejumlah nelayan yang tengah berada di sekitar sungai juga berupaya mengevakuasi korban dengan mendekati jembatan.
Kejadian itu berlangsung begitu cepat. Saat itu suasana di desa setempat memang cukup ramai karena berbarengan dengan prosesi sedekah laut. Beberapa warga dari Jepara juga berdatangan, terlebih saat itu juga ada hiburan ketoprak. Tiba-tiba saat jembatan dilewati tiga pengendara sepeda motor, jembatan terputus. Pengendara dan sepeda motor jatuh ke sungai.
Warga menduga putusnya tali jembatan karena memang telah berusia tua. Bahkan, jembatan itu diperkirakan dibangun pada tahun 1990-an atau telah berusia sekitar 30 tahun. Meski sempat diperbaiki sebelum Lebaran lalu, kondisi fisik jembatan sepanjang 48 meter itu banyak yang telah usang.
Untuk kegiatan penyeberangan, sementara warga memanfaatkan perahu. Mereka meminta pemerintah segera membangun jembatan yang menghubungkan dua desa di perbatasan Pati-Jepara tersebut mengingat jembatan menjadi akses utama warga untuk melakukan aktivitas perekonomian yang mayoritas nelayan.
“Aktivitas nelayan pastinya terganggu karena terhalang oleh jembatan. Kami berharap pemerintah peduli dengan warga kami yang ada di pesisir ini dengan secepatnya memperbaiki jembatan itu,” kata Sutiyono.
Editor: Maria Christina