Kabupaten Tegal Gelar Simulasi Belajar di Kelas, Siswa:  Senang Bisa Sekolah Lagi

Yunibar · Rabu, 17 Juni 2020 - 02:06 WIB
Kabupaten Tegal Gelar Simulasi Belajar di Kelas, Siswa:  Senang Bisa Sekolah Lagi
Siswa SDN 01 Sidapurna Kabupaten Tegal mengikuti simulasi kegiatan belajar tatap muka di kelas di era new normal, Selasa (16/6/2020). (Foto: iNews/Yunibar)

SLAWI, iNews.id – Puluhan sekolah dasar (SD) dan SMP di Kabupaten Tegal sejak Senin (15/6/2020) lalu melakukan simulasi belajar di kelas memasuki era new normal atau tatanan normal baru. Sejumlah siswa mengaku senang bisa sekolah kembali meski harus membiasakan protokol kesehatan.

Dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal, ada 39 sekolah dasar yang menjadi percontohan simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di era new normal. KBM tersebut dilaksanakan dari tanggal 15-19 Juni 2020 dengan lama jam belajar dari jam 07.30-10.00 WIB.

Sekolah yang melangsungkan KBM tatap muka adalah sekolah yang berada di kecamatan yang tidak ditemukan kasus positif Covid-19. Sehingga tidak disimulasikan di Kecamatan Slawi, Adiwerna, Bojong, dan Kedungbanteng.

Untuk jenjang SMP yakni, SMPN 1 Bumijawa, SMPN 1 Margasari, SMPN 1 Pangkah, SMPN 1 Tarub, dan SMPN 1 Warureja.

Salah satu sekolah yang dijadikan sebagai percontohan simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada masa new normal adalah SDN Sidapurna 01, Kecamatan Dukuhturi. Setiap siswa maupun guru dan karyawan sekolah diwajibkan menjalankan protokol kesehatan pandemi virus corona.

Sebelum masuk ke lingkungan sekolah, satu per satu siswa menjalani pengukuran suhu tubuh mengunakan alat thermo gun. Usai menjalani pemeriksaan suhu tubuh, sebelum masuk ke ruangan kelas para siswa diwajibkan melakukan cuci tangan pada tempat yang tersedia di depan kelas masing masing.

Mekanisme jam belajar yang dilaksanakan berbeda dengan sebelum adanya wabah virus corona. Jika biasanya jam belajar siswa selama lima jam, kini hanya tiga jam.

Lam belajar lebih dipersingkat tanpa adanya jam istirahat untuk mengihindari terjadinya kerumunan.

Salah seorang siswa, Habibi mengaku senang bisa bersekolah lagi meski harus membiasakan diri dengan protokol kesehatan. “Senang bias sekolah lagi. Selama ada corona, saya bosan cuma tinggal di rumah maen HP,” ucapnya, Selasa (16/6/2020).

Kepala SDN 01 Sidapurna, Dakhrun mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di masa new normal hanya separuhya dari total 208 siswa. Sesuai daya tampung ruangan masing masing kelas terdapat 10 siswa belajar di sekolah dan 10 siswa belajar di rumah dengan pemberian materi yang sama melalui online.

Orang tua siswa, Muhadi mengaku masih khawatir pandemi corona, namun dengan adanya protokol kesehatan yang ketat kegiatan belajar dapat berjalan aman dan sehat.


Editor : Kastolani Marzuki