Tambah 2, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tegal Jadi 23

Yunibar ยท Jumat, 12 Juni 2020 - 01:29 WIB
Tambah 2, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tegal Jadi 23
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Tegal dr Joko Wantoro. (Foto: Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, iNews.id – Kasus positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Kabupaten Tegal kembali bertambah. Dari data tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis (11/6/2020) terjadi penambahan dua kasus positif.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, dr Joko Wantoro mengatakan, dengan adanya penambahan dua pasien Covid-19 ini, umlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tegal kini menjadi 23 orang. Rinciannya, 12 orang sembuh, tujuh orang sedang menjalani perawatan dan empat orang meninggal dunia.

“Dua pasien baru virus corona yakni masing-masing berinisial A (7) dan H (54). Mereka tertular dari EP, ibu kandung A yang berprofesi dokter spesialis di RSUD Kardinah Tegal,” kata dr Joko Wantoro, Kamis (11/6/2020) petang.

Dia menjelaskan, hasil pemeriksaan swab atau uji usap pada sejumlah kontak erat pasien Covid-19 berinisial EP (39) asal Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna yang meninggal dunia pada Kamis (4/6/2020) lalu

Sebelumnya, EP, bersama ibunya yang berinisial ST (57) dan adik kandungnya, seorang perempuan, berinisial KH (34) ditetapkan sebagai pasien Covid-19 di RSUD Kardinah Kota Tegal. Diduga, EP dan ST tertular virus Corona dari adiknya, KH, yang merupakan warga Kota Semarang. Belakangan diketahui, ST, ibu dari EP dan KH adalah warga Kota Semarang, sehingga pencatatan kasusnya dialihkan ke Pemkot Semarang.

Joko pun mengungkapkan, selain menemukan dua orang terpapar virus Corona dari penelusuran kontak erat EP, tiga orang anak kandung dari KH juga terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiganya adalah warga Kota Semarang dan menetap di sana.

Menindaklanjuti temuan dua kasus Covid-19 asal Kabupaten Tegal tersebut, sesuai arahan terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan dokter penanggungjawab pasien, perawatan pasien anak, A, dilakukan di rumah dengan isolasi mandiri.

“Pertimbangannya, pasien A masih anak-anak, kondisinya sehat dan klinisnya baik serta tidak ditemukan adanya keluhan. Justru akan timbul risiko lain jika perawatannya dilakukan di rumah sakit untuk jangka waktu yang cukup lama, karena anak rentan terpapar infeksi nosokomial atau infeksi yang terjadi di lingkungan rumah sakit,” kata Joko.

Adapun pengawasan medis selama proses penyembuhan akan dilakukan petugas kesehatan dari puskemas terdekat, yaitu Puskesmas Pagiyanten dan Adiwerna.

“Di sini, sang ayah justru bisa mendampingi anaknya lebih intensif dan tidak perlu khawatir akan tertular. Menurut Joko, secara teori, tidak ada penularan Covid-19 dari anak ke orang dewasa,” katanya.

Sedangkan untuk pasien H, warga Desa Pagiyanten, Kecamatan Adiwerna, sudah langsung dirujuk perawatannya ke RSUD dr Soeselo Slawi, Kamis (11/6/2020) siang.


Editor : Kastolani Marzuki