Keistimewaan Habib Luthfi, Ulama Indonesia yang Duduk di Sisi Rasulullah

Kastolani ยท Minggu, 15 November 2020 - 01:05:00 WIB
Keistimewaan Habib Luthfi, Ulama Indonesia yang Duduk di Sisi Rasulullah
Rais 'Aam JATMAN Maulana Habib Luthfi bin Yahya. (Foto: repro.matan)

JAKARTA, iNews.id – Nama Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya masuk dalam trending topic di berbagai lini masa pada Sabtu, 14 November 2020 setelah namanya diduga dilecehkan oleh Maaher at Thuwailibi di akun Twitter.

Cuitan Maaher tersebut sontak membuat publik khususunya umat Islam marah karena nama ulama kharismatik asal Pekalongan itu dilecehkan.

Sebelum ramai di Twitter, nama Habib Luthfi sudah masyhur di berbagai belahan dunia Islam.

Keistimewaan Habib Lutfi juga sudah sangat masyhur di Indonesia, apalagi sebagai Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN). Keistimewaan lain Habib Lutfi yakni memimpin para sufi tingkat dunia.

Dikutip dari matan.or.id, salah satu ulama’ yang dekat dengan Habib Lutfi adalah Syekh Rajab Dieb Suriah. Syekh Rajab dikenal sebagai ulama’ besar umat Islam hari ini. Karya-karya dan pemikirannya membentang luas dan dikaji di berbagai negara. Murid-muridnya juga menjadi ulama’ besar di berbagai belahan dunia Islam.

Suatu hari, Syekh Rajab bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Dalam mimpinya, Rasulullah sedang duduk dikelilingi para sahabat. Di samping Nabi, nampak ada kursi kosong yang tak diduduki. Tapi tidak lama kemudian, ada seorang laki-laki datang mendudukinya.

“Siapa kamu?,” tanya Syekh Rajab yang asing dengan laki-laki itu.

“Saya Lutfi,” jawab laki-laki itu.

“Dari mana, kamu?”

“Saya dari Indonesia.”

Kaget dan bergetar Syekh Rajab dengan jawaban itu. Ternyata ada orang Indonesia yang kedudukannya sangat mulia di sisi Rasulullah SAW. Makanya, tak menunggu lama, Syekh Rajab besoknya langsung membeli tiket dan langsung berangkat ke Indonesia untuk menemui Habib Lutfi bin Yahya.

Ketika sampai di Indonesia, ternyata Habib Lutfi sudah menunggu dan langsung menyambutnya dengan penuh keakraban dan kehangatan. Itulah para kekasih Allah. Mereka diberikan keistimewaan Allah dengan berbagai hal karena keta’atan dan keikhlasan mereka dalam mengabdi kepada Allah dan khidmah kepada sesama manusia.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2