Kena PHK, Pria Ini Bobol Mesin ATM di Blora Hanya Pakai Kunci Lemari

Taufik Budi ยท Jumat, 29 Mei 2020 - 08:02 WIB
Kena PHK, Pria Ini Bobol Mesin ATM di Blora Hanya Pakai Kunci Lemari
Tersangka pembobolan mesin ATM berisinial MAS (23) (kiri) dimintai keterangan (Foto: Dok Polsek Ngawen, Blora)

BLORA, iNews.id - Bermodalkan kunci lemari, seorang pria membobol mesin ATM di Blora, Jawa Tengah (Jateng) hingga menggondol uang ratusan juta rupiah. Pelaku merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sebuah perusahaan di Kudus.

Tersangka berinisial MAS (23) alamat Kelurahan Margorejo RT 3/1, Kecamatan Dawe, Kudus. Dia melakukan pembobolan dengan cara merusak pintu pelindung kotak ATM salah satu bank pemerintah di wilayah Kecamatan Ngawen Blora. Dalam pengakuannya, dia membobol mesin ATM hanya dengan kunci lemari.

"Tersangka terbilang profesional, membuka mesin ATM dengan kunci lemari. Dengan berani beraksi sendirian berangkat dari Kudus menuju Blora untuk mengambil uang sebanyak dua kali,” kata Kapolsek Ngawen Iptu Sunarto, Kamis (28/5/2020).

“Kejadian tersebut pada hari Selasa, 12 Mei 2020 pukul 05.30 WIB berhasil membawa uang sebesar Rp43.950.0000 dan Minggu, 17 Mei 2020 pukul 04.00 WIB sebesar Rp69.800.000," ujarnya lagi.

Dia menuturkan tersangka merupakan mantan karyawan PT UG Mandiri Kudus. Dengan pengalamannya dan keahlian itu, pelaku lantas nekat berbuat kejahatan.

"Hasil pemeriksaan sementara oleh petugas tersangka memang mantan pegawai di perusahaan jasa pengisian ATM PT UG Mandiri Kudus selama 4 bulan dan di PHK pada bulan April lalu," ucap Sunarto.

Polisi bergerak cepat, setelah melihat hasil rekaman CCTV di dalam ATM tersebut. Tersangka berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Ngawen bersama pihak PT UG Mandiri Kudus tanpa perlawanan.

"Hari Rabu, (27 Mei 2020) pukul 14.00 WIB kemarin, kami amankan pelaku ketika sedang berada di rumahnya," katanya.

Total kerugian yang dialami PT UG Mandiri akibat perbuatan tersangka sebesar Rp113.750.000. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.


Editor : Nani Suherni