Keraton Agung Sejagat Jadi Bahan Pembahasan di Rapat Pimpinan TNI

Sindonews, Taufik Budi ยท Sabtu, 07 Maret 2020 - 10:24 WIB
Keraton Agung Sejagat Jadi Bahan Pembahasan di Rapat Pimpinan TNI
Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) yang menggegerkan warga beberapa waktu lalu, menjadi bahan rapat pimpinan TNI di Kodam IV/Diponegoro, pada Jumat (6/3/2020). Pembahasan ini sebagai bahan evaluasi koordinasi antara TNI-Polri.

Kerajaan baru yang didirikan Raja Toto Santoso dan Ratu Fanni Aminadia itu langsung viral di media sosial. Bahkan, beberapa media massa sempat meliput kegiatan kirab keraton tersebut.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi mengatakan, rapat ini sebagai evaluasi antara koordinasi TNI-Polri dalam mengamankan isu-isu yang berpotensi viral di masyarakat.

"Salah satu evaluasi, kita kelihatannya kurang koordinasi. Ada Kerajan Agung Sejagat, tahu-tahu sudah viral, seharusnya kalau kita ada koordinasi itu pemerintah daerah akan lebih kita bisa (antisipasi)," kata Effendi di sela-sela Rapim Kodam IV/Diponegoro, Jumat (6/3/2020).

"Walaupun dia sifatnya bukan seperti keonaran atau seperti apa, tapi paling tidak kalau kita ada perkembangan situasi lebih dini, kita bisa mengambil langkah lebih baik," ujarnya.

Dia menjelaskan, Rapim Kodam IV/Diponegoro merupakan wahana untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun lalu. Sekaligus penyampaian pokok-pokok kebijakan pimpinan dalam pelaksanaan program kerja setahun ke depan.

"Pada kesempatan ini juga akan disampaikan evaluasi program kerja tahun 2019, dengan harapan ke depan Kodam IV bisa lebih baik lagi," katanya.

Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Parade usai olahraga bersama. Meski hujan deras mengguyur lokasi acara, namun tak menyurutkan para prajurit mengikuti kegiatan hingga berakhir. Rapim dihadiri Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, para Danrem, para Asisten, para Pa Ahli, LO A, para Kabalak dan Dansat jajaran Kodam IV/Diponegoro.


Editor : Nani Suherni