Keren! Startup Lokal Asal Bantul Kembangkan Taksi Drone

Kismaya Wibowo ยท Sabtu, 07 Maret 2020 - 13:13 WIB
Keren! Startup Lokal Asal Bantul Kembangkan Taksi Drone
Taksi drone, Frogs 282 dikembangkan startup lokal bernama Frogs Indonesia asal bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

YOGYAKARTA, iNews.id - Startup lokal asal Bantul, Yogyakarta mengembangkan taksi drone yang akan digunakan sebagai teknologi transportasi masa depan. Taksi drone dengan nama Frogs 282 ini diklaim menjadi solusi mengatasi kemacetan.

Frogs 282 dikembangkan startup lokal bernama Frogs Indonesia asal bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Selain bisa digunakan sebagai transportasi sehari-hari, Frogs 282 juga bisa digunakan sebagai transportasi emergency saat bencana alam.

Menggunakan sumber tenaga listrik dengan sistem kontrol otomatis, taksi drone ini bisa dijalankan tanpa awak. Uji coba Frogs 282 ini dilakukan di Lanud Gading, Gunungkidul pada Sabtu (7/3/2020). Uji coba kali ini untuk melihat dan mengukur kestabilan Frogs 282 ini dapat terbang.

Taksi drone, Frogs 282 dikembangkan startup lokal bernama Frogs Indonesia asal bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)
Taksi drone, Frogs 282 dikembangkan startup lokal bernama Frogs Indonesia asal bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

 

Sayangnya, Frogs 282 pada uji coba penerbangan pertama gagal mengudara. Startup menilai masih ada beberapa hal teknis yang harus disempurnakan.

"Ini semua motor berfungsi dan bisa mengangkat wahananya. Cuma memang untuk kestabilan masih perlu diuji lagi," ujar Chief Technology Officer Frogs Indonesia Dede Satria Maulana, Sabtu (7/3/2020).

Frogs Indonesia akan segera memperbaiki taksi drone ini untuk dilakukan uji coba penerbangan kembali pada akhir Maret nanti. Jika hasil uji coba berhasil, maka tahapan selanjutnya yakni mengurus izin taksi drone untuk diterbangkan.

"Kemungkinan karena udaranya agak lembap, jadi masa udara semakin berat. Sehingga motornya sulit menyetabilkan. Tapi semuanya sudah terangkat," ujarnya.


Editor : Nani Suherni