Ketahuan Pergi ke Jakarta, Gibran: Bukan Urusan Pilkada Solo

Antara ยท Jumat, 28 Februari 2020 - 18:45 WIB
Ketahuan Pergi ke Jakarta, Gibran: Bukan Urusan Pilkada Solo
Bakal calon wali kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (dua dari kanan) usai menunaikan ibadah salat JumaT mampir ke Kantor DPC PDIP Surakarta, di jalan hasanudin Purwosari Solo, Jumat (28/2/2020). (Foto: Antara/Bambang Dwi Marwoto)

SOLO, iNews.id - Bakal calon wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka kepergok terbang ke Jakarta beberapa hari lalu. Namun, dia mengelak kepergiannya berkaitan dengan urusan Pilkada Solo 2020.

"Saya ke Jakarta beberapa waktu lalu, bukan urusan politik, tetapi murni urusan kerja, bisnis membuka warung makan," kata Gibran, saat berkunjung ke Kantor DPC PDIP Kota Surakarta, Jumat (28/2/2020).

Usai salat Jumat di Masjid Al-Rochili PDIP di Jalan Hasanudin No.26, Kelurahan Purwosari Laweyan Solo, Gibran mampir ke Kantor DPC PDIP. Dia terlihat masuk ke ruang Sekretariat DPC PDIP Surakarta dan menyapa memberi salam kepada semua petugas.

Nama Gibran tak hanya dilirik Partai Gerindra, Partai Nasdem pun mulai melihat potensi anak sulung Presiden Joko Widodo tersebut. Namun, Gibran menuturkan masih menunggu keputusan dari Ketua Umum PDIP untuk calon rekomendasi di Pilkada Solo.

"Saya justru tidak tahu kapan rekomendasi turun. Namun yang jelas surat rekomendasi akan bersamaan dengan 21 daerah lainnya di Jateng yang menggelar pilkada serentak," kata Gibran.

Jika mendapat rekomendasi dan harus bersaing dengan pasangan dari perseorangan yang kini sedang proses verifikasi administrasi di KPU, kata Gibran, tidak masalah yang terpenting bersaing dengan sehat saja, dan ke depan lebih banyak lagi debat-debat tentang wacana.

"Pilkada Surakarta lebih diperbanyak tentang debat-debat tentang program unggulan, dan visi misi," ujarnya.

Menyinggung soal bakal calon wakil wali kota yang cocok untuk berpasangan dengannya, Gibran pun hanya tersenyum dan menunggu keputusan dari DPP PDIP. Dia hanya meminta diberikan pasangan yang bersinergi, saling mengisi menutupi kekurangan masing-masing.

"Namun, semua itu, ditunggu saja keputusan dari Ibu Ketum," ujarnya lagi.


Editor : Nani Suherni