Ketahuan saat Akan Tawuran, 4 Remaja dan 3 Celurit Diamankan Polisi

Ahmad Antoni ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 12:15 WIB
Ketahuan saat Akan Tawuran, 4 Remaja dan 3 Celurit Diamankan Polisi
Tim Elang Polrestabes Semarang saat mengamankan barang bukti dan remaja yang hendak melakukan tawuran di depan kampung Tambaklorok Semarang. (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Aksi tawuran nyaris terjadi di Kota Semarang, tepatnya di depan Kampung Tambaklorok Jalan Arteri Yos Sudarso, Minggu (28/6/2020) dini hari. Kumpulan remaja ini kedapatan membawa celurit.

Belasan personel New Tim Elang Polrestabes Semarang berhasil menggagalkan kerumunan sejumlah orang diduga akan melakukan tawuran. Ketua Tim (Katim) Elang, Ipda Puas Cahyadi mengungkapkan, setelah mendapat laporan masyarakat adanya tawuran remaja, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Di TKP kami mendapati beberapa remaja yang sedang bergerombol. Setelah didekati mereka melarikan diri, namun tim dapat mengamankan barang bukti tiga buah senjata tajam jenis celurit serta empat orang laki-laki diduga akan melakukan tawuran," kata Iptu Puas, Minggu (28/6/2020).

“Mereka mengaku sedang menunggu serangan dari remaja kampung Penjaringan dan Kebonharjo yang telah melakukan tindakan pelemparan ke arah kampung Tambaklorok,” ujarnya.

Selain itu, ikut diamankan dua kendaraan roda dua Beat Warna Hitam No. Pol H-4167-SS dan Yamaha Scorpio warna merah tanpa nomor kendaraan. Sedangkan, identitas keempat remaja yang diamankan antara lain WDE yang berstatus masih pelajar, DA, AD dan DK. Keempat remaja tersebut masih berusia 17 tahun.

Puas Cahyadi menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya telah menghubungi Polsek Semarang Utara untuk Penanganan lebih lanjut. Tak berselang lama, Tim dari Polsek Semarang Utara yang dipimpin oleh IPTU HERMAN (Panit Reskrim Polsek Semarang Utara) tiba di TKP untuk menangani perkara.

“Barang bukti dan empat remaja yang diduga akan melakukan tawuran langsung dibawa menuju Poksek Semarang Utara untuk menjalani pemeriksaan,” katanya.


Editor : Nani Suherni