Ketemu Risma di Solo, Gibran: Saya Dapat Kuliah Kilat

Antara ยท Rabu, 04 Maret 2020 - 17:13 WIB
Ketemu Risma di Solo, Gibran: Saya Dapat Kuliah Kilat
Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) (Foto: Instagram/Gibran)

SOLO, iNews.id - Bakal Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengikuti kuliah kilat dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Keduanya bertemu saat makan siang di Rumah Makan Pecel Solo, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (4/3/2020).

Menurut pengakuan Gibran, Risma saat itu menghadiri acara di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Solo. Lantas keduanya bertemu untuk makan siang. Gibran pun menegaskan tidak ada agenda khusus.

Gibran mengaku berkonsultasi banyak tentang program-program yang dilakukan di Surabaya. Seperti masalah UMKM di Surabaya bagaimana bisa tumbuh, bagaimana cara pendampingan masalah produksi hingga pemasaran.

"Saya dapat kuliah kilat dari Wali Kota Surabaya saat jamuan makan di Rumah Makan Nasi Pecel Solo," kata Gibran, Rabu (4/3/2020).

Menurut Gibran, banyak ilmu yang diserap dari Risma untuk diterapkan di Kota Solo. Dia pun tak ragu memuji sosok Risma yang dikenal inovatif.

"Ibu Risma itu, paham betul masalah-masalah yang ada di kampung-kampung, dan juga memberikan solusi yang pas. Saya nanti akan ke Surabaya untuk bertemu kembali," kata Gibran.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sebelumnya mendapat kabar jika Gibran ingin ketemu pada Rabu (4/3/2020). Keduanya pun bertemu saat makan siang.

Risma mengatakan, Gibran menanyakan masalah cara meningkatkan perekonomian warga. Dia pun tak ragu memberikan beberapa masukan untuk peningkatan usaha di Solo.

"Saya memberikan masukan apa yang sudah saya jalankan di Surabaya, seperti pemberdayaan UMKM, pemberdayaan anak muda, para petani, toko-toko kelontong, program urban farming, dan lain-lain," kata Risma.

Risma pun mendukung langkah Gibran untuk maju ke Pilkada Solo. Dia menilai anak muda diharapkan bisa membawa wajah baru yang mudah menangkap isu-isu berkembang terkini.

"Pengurus DPP PDIP sekarang banyak yang usia tua, jika kader anak muda tumbuh kemudian bisa tertarik di partai dan menjadi kader politik bukan hanya di legislatif tetapi juga eksekutif. Hal ini, akan membawa wajah baru yang mudah menangkap isu-isu berkembang terkini," katanya.


Editor : Nani Suherni