Kisah Azam Arif, Pemuda Pemburu Serangga di Rumah Sakit
“Saya sebagai pest control atau pengendalian serangga. Biasanya ya hama-hama seperti semut, lalat, tikus juga. Kalau untuk semut kita cari terlebih dahulu sarangnya, kemudian kita treatment, bisa kita semprot pakai sipermetrin atau dipindahkan,” kata Azam, Minggu (14/11/2021).
“Kalau ada pasien, kita tidak menggunakan (cairan) chemical, tapi menggunakan tangan kosong atau raket seperti ini. Sebab, serangga-serangga jenis itu memang tidak boleh ada di rumah sakit,” katanya.
Pemuda asal Purworejo itu menyampaikan, mesti mengetahui perilaku serangga agar mudah menanganinya. Bahkan, dia mesti masuk kerja malam hari dan berkeliling area rumah sakit bila mencurigai terdapat pergerakan tikus.
“Jadi tergantung pada jenis karakteristik hewan, kalau pagi biasanya lalat dan semut, siang itu lalat dan nyamuk, kalau malam kadang-kadang yang ada ada tikus. Paling banyak serangga itu di lobi banyak lalat, kalau ruang pasien aman tidak ada serangga,” ujar lulusan SMK itu.
Di rumah sakit ini, kenyamanan pasien menjadi faktor utama dalam pelayanan. Di antaranya dengan menjaga kebersihan lingkungan agar pasien maupun petugas medis lebih nyaman. Rumah sakit ini juga menerapkan standar keamanan tinggi bila terjadi bencana alam. Petugas rumah sakit dilatih untuk tidak panik dan mengarahkan pasien ke tempat evakuasi yang aman.
Setidaknya ada 12 layanan kesehatan yang disediakan di rumah sakit ini. Mulai layanan penyakit dalam, anak, obgyn, bedah umum, ortopedi, urologi, THT, mata, kulit kelamin, jantung, pembuluh darah, saraf, rehabilitasi medik, gigi dan mulut.
Editor: Ahmad Antoni