Kisah Jenderal Soedirman Tak Pernah Tinggalkan Salat meski Kondisi Sakit saat Perang Gerilya

Doddy Handoko · Rabu, 30 Maret 2022 - 13:31:00 WIB
Kisah Jenderal Soedirman Tak Pernah Tinggalkan Salat meski Kondisi Sakit saat Perang Gerilya
Jenderal Soedirman saat tiba di Jakarta pada 1 November 1946. (Foto: Istimewa/Wikipedia)

SEMARANG, iNews.id – Jenderal Soedirman dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah. Soedirman rajin menjalankan salat lima waktu, meski dalam kondisi sakit saat memimpin perang gerilya.

Hal itu bisa dilihat jejak sejarahnya di museum Sasmitaloka Panglima Jenderal Besar Soedirman di Jalan Bintaran Wetan, Pakualaman, Yogyakarta, terdapat sajadah digunakan untuk beribadah. 

Tempat salat itu diletakkan tepat di samping tempat tidurnya yang ada di museum. Dalam buku "Guru Bangsa: Sebuah Biografi Jenderal Soedirman" diceritakan, Ia lahir dari keluarga petani kecil, di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada tanggal 24 Januari 1916.

Ayah Soedirman adalah seorang mandor tebu pada pabrik gula di Purwokerto. Sejak bayi Soedirman diangkat anak oleh asisten wedana (camat) di Rembang, R. Tjokrosunaryo.

Dia memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah Solo, tapi tidak sampai tamat. Soedirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap.

Sebagai kader Muhammdiyah, dia dikenal sebagai santri atau jamaah yang cukup aktif dalam pengajian “malam Selasa”, yakni pengajian yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah di Kauman berdekatan dengan Masjid Besar Yogyakarta. 

Mengawali karier militernya sebagai seorang dai muda yang giat berdakwah di era 1936-1942 di daerah Cilacap dan Banyumas. Hingga pada masa itu ia adalah dai masyhur yang dicintai masyarakat.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: