Kisah Soedirman dan Tan Malaka, Garang Berpidato untuk Dapatkan Kemerdekaan RI

Tim iNews.id ยท Minggu, 14 Agustus 2022 - 16:41:00 WIB
Kisah Soedirman dan Tan Malaka, Garang Berpidato untuk Dapatkan Kemerdekaan RI
Tan Malaka dan Jenderal Besar Soedirman yang berpidato dalam rapat politik di Kota Purwokerto untuk mendapatkan Kemerdekaan 100 persen. Foto: Istimewa

PURWOKERTO, iNews.id – Sosok Jenderal Soedirman dan Tan Malaka berperan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia mendapatkan Kemerdekaan Republik Indonesia.  Keduanya garang berpidato dalam rapat politik untuk mendapatkan Kemerdekaan 100 persen.

”Selama masih ada satu orang musuh di Tanah Air, satu kapal musuh di pantai, kita harus tetap lawan,” kata Tan Malaka membakar semangat pejuang Indonesia dikutip dalam buku tentang Tan Malaka, yang ditulis Harry A. Poeze.

Jenderal Besar Soedirman juga tidak kalah garang. dia berpidato di kongres: ”Lebih baik diatom (dibom atom) dari pada merdeka kurang dari 100 persen.”

Kala itu, tahun 1946, Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, dikenal sebagai gedung pertemuan yang merangkap sebagai gedung bioskop City Theater dan dikenal dengan nama gedung Societeit.

Pada 4 Januari 1946 petang, atau 100 hari setelah tentara Inggris mendarat, gedung Societeit digunakan oleh Tan Malaka untuk menggelar rapat politik membangun Persatuan Perjuangan di Purwokerto. Rapat tersebut digelar dalam upaya menyerang politik diplomasi pemerintah dan untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan 100 persen.

Pemilihan Kota Purwokerto oleh Tan Malaka untuk mendapatkan Kemerdekaan, karena Purwokerto dianggap merupakan basis kuat, maka dari itu Tan Malaka memilihnya sebagai tempat kongres para pemimpin berbagai organisasi. 

Di mana Murba saat itu masih merupakan gerakan rakyat jelata dan belum menjadi partai. Tan Malaka menggagasnya buat melawan kapitalisme dan penjajahan serta untuk menggapai kesejahteraan.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: