Kisah Soegito, Jenderal Kopassus Pengangkat Jenazah A Yani Pernah Gagal Pendidikan Komando

Fahmi Firdaus ยท Senin, 12 September 2022 - 07:16:00 WIB
 Kisah Soegito, Jenderal Kopassus Pengangkat Jenazah A Yani Pernah Gagal Pendidikan Komando
Ilustrasi aksi prajurit Kopassus. (Ist)

JAKARTA, iNews.id – Kisah Letjen (Purn) Soegito ini pernah merasakan ganasnya Pulau Nusakambangan. Jenderal Kopassus pernah gagal saat mengikuti pendidikan komando di Nusakambangan.

Tentara yang pernah mengangkat peti jenazah Jenderal TNI Ahmad Yani membeberkan kisah kegagalannya kemudian bisa berhasil. Berikut kisah Letjen (Purn) Soegito:

Sebagai anggota pasukan khusus, Soegito diwajibkan berjalan sejauh 500 kilometer (km). Bermula dari Batujajar, Jawa Barat menuju Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Di dalam perjalanan tersebut, setiap personel  Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengikuti berbagai macam latihan yang berat. Latihan tersebut untuk dapat menguasai berbagai keahlian seperti teknik tempur, membaca peta, pionir, patroli, survival, mendaki gunung, pendaratan kendaraan, hingga taktik perang gerilya. 

Tidak hanya itu, personel pasukan khusus tersebut harus menguasai bagaimana bertempur di berbagai medan perang mulai dari perkotaan, pegunungan, perhutanan, rawa-rawa dan laut.

Makanya personel Kopassus merupakan pasukan khusus di bawah naungan TNI Angkatan Darat. Korps yang berdiri pada 16 April 1952 awalnya disebut RPKAD.  Kopassus merupakan korps dengan kemampuan lengkap di berbagai bidang maupun medan lapangan.

Setiap personel memiliki kenangan masing-masing, begitu beratnya mengikuti Pendidikan komando di Nusakambangan.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: