Kolaborasikan Akupuntur, 2 Dokter Hewan Ini Terima Penghargaan

Ahmad Antoni ยท Jumat, 21 Agustus 2020 - 11:33 WIB
Kolaborasikan Akupuntur, 2 Dokter Hewan Ini Terima Penghargaan
Emile Bambang S Tjahjokoesoemo dan Francisco W Tjahjokoesoemo menerima penghargaan Leprid (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan dua penghargaan kepada dua dokter yang berprestasi dan menginspirasi. Menariknya, keduanya merupakan ayah dan anak yang memiliki profesi sama yaitu dokter hewan dan akupunkturis.

Sang ayah bernama Emile Bambang S Tjahjokoesoemo (69) dianugerahi sebagai dokter hewan dan praktek pelayanan akupunktur dengan pendekatan penyembuhan energi pada manusia selama lebih dari 20 tahun. Sedangkan anaknya, Francisco W Tjahjokoesoemo (37) dianugerahi sebagai dokter hewan dan praktek pelayanan akupunktur dengan pendekatan penyembuhan energi pada manusia selama lebih dari 10 tahun.

Ayah dan anak tersebut membuka klinik bersama di Jalan Kusuma Bangsa No 5 Surabaya.

“Dokter Emile telah menekuni profesi tersebut lebih 20 tahun kemudian dokter Francisco menyusul di bidang sama dan lebih 10 tahun,” kata Ketua Umum dan Pendiri Leprid, Paulus Pangka, Jumat (21/8/2020).

“Kami melihat apa yang telah dilakukan dokter Emile dan dokter Francisco layak diapresiasi dan dicatat sebagai prestasi rekor yang mengagumkan dan menginspirasi,” ucapnya.

Sementara itu, dokter Francisco berharap penghargaan dari Leprid ini bisa menjadi inspirasi bersama dalam mewujudkan visi kesehatan global (one health). Menurutnya, dokter hewan dan pengobatan tradisional tidak terpisahkan dari kesehatan global.

“Saya sangat berterima kasih dapat penghargaan ini. Harapannya ini bisa jadi inspirasi kita bersama-sama mewujudkan visi one health ini, intinya itu. Untuk mewujudkan one health, kita menggabungkan antara wawasan dari kesehatan konvensional dengan kesehatan alternatif,” kata Francisco, Jumat (21/8/2020).

Dia menjelaskan, di masa depan besar kemungkinan muncul Zoonosis. Sehingga diperlukan wawasan kesehatan hewan dan kesehatan manusia.

“Zoonosis ini adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, ada penularan dari manusia ke hewan. Yang penyebabnya patogin, bisa virus, bakteri, jamur, fungi, serta parasit seperti protozoa dan cacing,” ucapnya.

Menurutnya, selama ini kurang disadari bahwa hidup manusia dengan hewan saling berdampingan. Kalau terjadi kerusakan suatu lingkungan maka mempengaruhi hewan di sekelilingnya. Hewan disekelilingnya akan mempengaruhi kesehatan manusia.

“Jadi semua kalau kita hubungkan ya berkesinambungan,” ujarnya.


Editor : Nani Suherni