Kondisi Kejiwaan Ayah Ajak Anak Bunuh Diri di Kudus Diperiksa

Antara ยท Jumat, 09 Oktober 2020 - 17:00:00 WIB
Kondisi Kejiwaan Ayah Ajak Anak Bunuh Diri di Kudus Diperiksa
Warga melihat kondisi rumah EG yang diduga mengajak anaknya bunuh diri lantaran depresi takut kena virus corona di Jati, Kudus. (Foto: Antara)

KUDUS, iNews.id - Aparat Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, segera memeriksa kondisi kejiwaan pelaku bunuh diri bernama EG (48) asal Kecamatan Jati yang mengajak serta anaknya hingga meninggal dunia. EG mengaku menjerat anaknya hingga tewas.

"Ayah korban berinisial EG yang terselamatkan dari upayanya melakukan bunuh diri sudah mengakui bahwa dia yang menjerat anaknya yang berinisial IM sehingga meninggal dunia," kata Kepala Polres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma, Jumat (9/10/2020).

Dari hasil autopsi terhadap jenazah IM yang merupakan warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, hari ini (9/10), terdapat luka akibat kekerasan benda tumbul berupa memar pada bahu kanan serta ada bekas jeratan pada leher. Dia mengungkapkan dari hasil pemeriksaan diketahui korban meninggal karena ada jeratan yang mengakibatkan mati lemas.

Meskipun sudah ada pengakuan dari ayah korban, Polres Kudus akan memeriksa kondisi psikologi pelaku, apakah mengalami gangguan jiwa atau tidak. Sementara pelaku masih ditahan polisi. Polisi belum bisa menentukan apakah pelaku akan dijerat dengan pasal pembunuhan atau pasal lainnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, warga Desa Ngembal Kulon digegerkan dengan temuan dua warga yang merupakan bapak dan anak yang tergeletak di rumahnya akibat percobaan bunuh diri pada pukul 17.00 WIB Kamis (8/10/2020).

Korban yang merupakan anak EG ditemukan di kursi dengan posisi terlilit sarung dan EG ditemukan tergeletak di lantai dengan tengan kiri mengeluarkan darah yang diduga bunuh diri usai menjerat anaknya.

Dugaan percobaan bunuh diri itu, EG berhasil diselamatkan sedangkan anaknya, IM, meninggal ketika dalam perjalanan menuju RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Selain ditemukan tali untuk bunuh diri, di lokasi kejadian juga ditemukan secarik kertas yang bertuliskan: makamkan kami dengan protokol kesehatan dengan satu liang.


Editor : Nani Suherni